Saptenno Menyayangkan Music Tradisi Hawaian Ditampilkan Tidak Komplete
November 4, 2018AMBON,FM.- Ketua Sibu-Sibu Hawaian Band, Nus Saptenno kepada fokusmaluku.com di Ambon Sabtu (3/11/2018) mengaku pemerintah maupun lembaga non pemerintah lainnya jangan asal asalan menampilkan music tradisi Hawaian kepada publik. Hal ini dimaksudkan agar dapat mempertahankan jati diri dan ciri khas dari music itu sendiri.
” Saya menyayangkan ada pihak yang hanya untuk mempertontonkan music tradisional hawaian kepada publik, lantas menyajikannya tidak komplit, hanya hawaian yang dipadukan dengan Keyboard, padahal roh music Hawaian akan sangat memukau jika ditampilkan dalam satu paket penampilan,” Akui Saptenno didampingi crewnya.
Sebagai pekerja music di Maluku terutama dalam music etnic Hawaian, pihaknya berusaha agar Music Hawaian dapat terus ditampilkan secara profesional komplete dengan pemain music dan penyanyinya. Yang terdiri dari delapan pemain music dan lima penyanyi yakni, pemain Gitar, Hawaian, Rumba, Bongo, Bass, Ukulele dan Krakas.
Disinggung mengenai dukungan SSHB dalam mendukung Ambon sebagai kota Music dunia, Saptenno menyatakan, tetap mendukung Ambon sebagai kota Music dunia Versi UNESCO di tahun 2019 mendatang.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kota Ambon dalam hal ini Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Sekretaris kota Ambon, AG Latuheru, Dinas Pariwisata kota Ambon Kabid Ekraf, Selly Kalahattu dan Direktur Ambon Music Office ( AMO) Rony Loppies yang telah membantu memfasilitasi Sibu- Sibu Hawaian Band dengan seluruh crew komplete untuk turut tampil mengakili kota Ambon dalam agenda Nasional di Gedung Kearsipan Negara -Jakarta beberapa waktu lalu, untuk menunjukan apa sesungguhnya music Hawaian itu.
” Kami berterima kasih kepada wali kota Ambon, dan seluruh jajarannya karena telah memfasilitasi kami Sibu- Sibu Hawaian Band tampil dengan music hawaian lengkap dengan personil music dan penyanyinya, kami bertekad akan tetap menunjukan music khas sebagai bagian dari budaya leluhur yang mesti tetap dikembangkan dan dilestarikan agar tidak punah,” tutur Saptenno.
Untuk diketahui, MUSIK Hawaian merupakan salah satu music etnis daerah Maluku yang dikenalkan sejak perang dunia ke-II dan hanya ditemukan di Hawai America Serukat dan di Maluku.
Music ini telah mendarah daging dalam sabubari orang tatua di Maluku bahkan sampai saat ini. Bahkan tak jarang terdapat group- group music Hawaian yang terbentuk dan Group Sibu-Sibu Hawaian Band yang masih tetap berdiri kokoh demi kemajuan music tradisional di bumi para raja-raja ini. ( FM-08)
