BPBD Ambon Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan Akibat El Niño
Oktober 14, 2026AMBON, fokusmaluku.com- Menghadapi krisis air bersih akibat dampak fenomena El Niño yang memicu penurunan curah hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap ancaman kekeringan meteorologis yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air baku, menurunnya debit mata air, serta terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber air bersih, khususnya di kawasan perbukitan.
Dalam ringkasan laporan distribusi air bersih BPBD Kota Ambon tahun 2026, dijelaskan bahwa dampak kekeringan paling dirasakan masyarakat yang bermukim di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur penyediaan air bersih. Kondisi topografi juga menjadi tantangan tersendiri karena jaringan perpipaan belum mampu menjangkau seluruh kawasan secara optimal.
Krisis air bersih tersebut tidak hanya menghambat pemenuhan kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengganggu sanitasi dan kebersihan lingkungan. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, menurunkan kualitas hidup masyarakat, hingga memicu kerawanan sosial akibat terbatasnya akses terhadap air bersih.
Distribusi Air Bersih Menjangkau Sejumlah Kawasan
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kota Ambon mendistribusikan air bersih menggunakan armada mobil tangki dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan wilayah, jumlah penduduk terdampak, serta kebutuhan air bersih di setiap lokasi sasaran.
Berdasarkan data yang tercantum dalam laporan, distribusi air bersih pada Januari 2026 menjangkau sejumlah kawasan, antara lain:
Pada 14 Januari 2026, penyaluran air bersih dilakukan di Jalan Banda Eli, Kanawa Tengah, RT/RW 007/018, Desa Batu Merah, kawasan pengungsian Banda Eli. Bantuan tersebut menjangkau 17 kepala keluarga (KK) atau 68 jiwa, dengan total tiga kali pengiriman air.
Selanjutnya, pada 15 Januari 2026, distribusi dilakukan di Jalan Antari, Tanah Rata, Negeri Batu Merah, mulai pukul 14.25 WIT. Penyaluran ini tercatat menjangkau 70 KK atau 350 jiwa, dengan dua kali pengiriman air.
Di lokasi yang sama, distribusi kembali dilaksanakan pada 20 Januari 2026. Bantuan air bersih tersebut kembali menjangkau 70 KK atau 350 jiwa, dengan satu kali pengiriman.
Sementara itu, pada 21 Januari 2026, BPBD Kota Ambon menyalurkan air bersih ke Jalan Warasia, Kampung Buton, RT/RW 005/004. Di lokasi tersebut, bantuan tercatat menjangkau 80 KK atau 380 jiwa, dengan dua kali pengiriman air.
Data tersebut memperlihatkan bahwa distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar ketika sumber air yang biasa digunakan mengalami penurunan akibat kondisi cuaca.
Penguatan Mitigasi dan Ketahanan Air Bersih
Upaya penyaluran air bersih merupakan bagian dari Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, yakni menghadirkan pelayanan publik yang responsif, melindungi masyarakat dari risiko bencana, serta memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi dalam kondisi darurat.
Kehadiran pemerintah melalui BPBD diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama warga di kawasan perbukitan dan permukiman yang belum terjangkau layanan air bersih secara memadai.
Namun, penanganan krisis air bersih tidak cukup hanya melalui distribusi menggunakan mobil tangki. Diperlukan langkah berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan air bersih di Kota Ambon, termasuk peningkatan infrastruktur penyediaan air, pembangunan sarana penampungan, perlindungan daerah tangkapan air, konservasi sumber daya air, serta penguatan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dunia usaha, kalangan akademisi, dan masyarakat dinilai penting agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Ambon diharapkan mampu membangun sistem penyediaan air bersih yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap layanan dasar yang aman dan layak. (**)


