Dua Kota di Maluku Alami Inflasi
Juni 20, 2018- AMBON, FM.com.- Dua kota di Provinsi Maluku yakni Kota Ambon dan Kota Tual mengalami inflasi. Untuk Kota Ambon terjadi inflasi sebesar 1,19 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 126,57 menjadi 128.07. Sementara Kota Tual mengalami inflasi 1,88 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 147,10 menjadi 149,87.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Dumangar Hutahuruk menjelaskan, untuk inflasi tahun kalender Kota Ambon pada bulan Mei sebesar 1,81% dan inflasi tahun ke tahun 1,68 persen
Menurutnya, inflasi di kota Ambon terjadi karena kelompok pengeluaran mengalami kenaikan IHK, diantaranya kelompok makanan adalah kelompok bahan makanan 4,39 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,10 persen kelompok sandang 1,15 persen kelompok kesehatan 0,44 persen kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,05 persen serta pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,11 persen.
“Dibulan Mei, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga memberikan andil terhadap inflasi 1,3395% sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan andil inflasi -0,1532%,” jelas Dumangar kepada wartawan di ruang rapat kantor tersebut awal bulan ini.
Dikatakan, komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah, ikan layang, cabe merah, kangkung, ikan cakalang asap, dan ikan cakalang. Sedangkan komoditas yang dominan yang menyumbang deflasi adalah cabe rawit, tomat sayur, daun singkong, kentang dan beras.
Sementara itu, untuk Inflasi tahun kalender Kota Tual pada Mei -2,24 persen dan inflasi tahun ke tahun 3,76 persen Inflasi di Kota Tual terjadi karena adanya kenaikan IHK pada lima kelompok pengeluaran yakni, kelompok bahan makanan 3,09 persen kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,12 persen kelompok sandang 1,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 5,65 persen
“Sedangkan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi yakni kelompok kesehatan 0,12 persen dan satu kelompok tidak mengalami perubahan yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga,” urainya.
Pada periode ini, menurut Dumangar, komoditi-komoiditi dalam paket IHK Kota Tual yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan andil terhadap inflasi 3,2241 persen dan komoditi yang mengalami penurunan harga bagi inflasi -1,3429 persen
Dengan demikian, komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan kembung, angkutan udara, ikan baronang, daun singkong, dan embal gepe. Sedangkan komoditas yang dominan menyumbang deflasi adalah bayam, ikan teri, kangkung, ketela pohon dan sagu. (EL )
