Subsektor Perikanan Penyumbang Tertinggi Naiknya NTP Maluku
Juli 5, 2018AMBON,FM.- Subsektor perikanan menyumbang tertinggi naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi Maluku yakni sebesar 1, 80 persen. diikuti dengan sub sektor tanaman pangan sebesar 1, 59 persen, sub sektor peternakan sebesar 0,39 persen, sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,33 persen, dan sub sektor tanaman Holtikultura sebesar 0, 07 persen.
” NTP Provinsi Maluku tanpa subsektor perikanan juga mengalami peningkatan pada Juni 2018 sebesar 0,65 persen dibanding Mei 2018. jika dibandingkan dengan NTP Nasional juni 2018, tentu NTP Provinsi Maluku berada 0, 25 poin dibawah level NTP Nasional yang tercatat sebesar 102, 04 persen.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumanggar Hutauruk kepada kepada wartawan di kantornya, Kamis.
Dijelaskan, Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku pada Juni 2018 adalah sebesar 101, 79 atau naik sebesar 0,79 persen. dibanding Mei 2018 yang tercatat sebesar 101,00. peningkatan ini terjadi karena it mengalami peningkatan sebesar 0,94 persen, lebih tinggi dari peningkatan ib yang hanya sebesar 0,16 persen.
“Komuditas yang mengalami kenaikan harga/ penyumbang peningkatan it: tanaman pangan diantaranya adalah Ketela pohon, ubi jalar, kacang hijau, tanaman Hortikultura seperti, jeruk, mangga, pepaya, pisang, jahe, kangkung, kacang panjang, tomat, buncis, terung panjang, bayam, ditambah dengan tanaman perkebunan rakyat seperti, kakao, pala biji, peternakan, telur ayam buras, sapi potong, ayam buras, dan perikanan yakni ikan cakalang, ikan kembung, ikan tongkol, ikan terbang, julung-julung dan rumput laut,”jelas Hutauruk
Tambahnya, Indeks Nilai Tukar Petani yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani dalam presentasi, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukan daya tukar (term of trading) dari harga produk pertanian dengan harga barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli/ daya tukar petani. (FM-29)
