Wawali Ambon Ingatkan Kepsek Hati- Hati Kelola Dana BOS

Agustus 14, 2018 0 By admin

AMBON,FM.- Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler mengingatkan seluruh Kepala Sekolah SD/ MI dan SMP/MTs dikota Ambon agar berhati hati dalam mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar tidak terjadi penyimpangan anggaran.

“Dana BOS juga masuk dalam penilaian BPK RI, karena itu sekolah wajib memiliki data yang terbuka tentang pengelolaan dana BOS baik BOS Nasional maupun BOS Daerah ( Bosnas-Bosda) agar tidak menjadi temuan saat pemeriksaan, saya ingatkan seluruh kepsek hati- hati mengelola, bukan saya takut takuti, tetapi ini sesuatu yang serius dan wajib diketahui dan dilakukan oleh setiap Kepala Sekolah di kota ini,” Demikian diungkapkan Wawali kepada Fokusmaluku.com di Ambon beberapa hari lalu.

Dijelaskan, Dana BOS yang dikelola oleh pihak sekolah tidak terjadi penyimpangan, akan tetapi hanya sebuah kesalahan yang bersifat administrasi saja, hal inilah yang akhirnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK-RI)
Namun karena telah dimuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, tentu dapat dipastikan tidak terjadi lagi penyimpangan apapun.

“Awalnya kota Ambon juga begitu, saat pemeriksaan BPK kita masuk dalam temuan, tetapi sekarang kita telah upayakan dalam APBD. sehingga nantinya saat pemeriksaan tidak ada temuan penyimpangan lagi ,” Ucapnya.

Akan tetapi Hadler terus menghimbau kepada seluruh kepala sekolah di kota Ambon agar dapat menggunakan APBD secara baik dan benar. serta dapat memberikan kesan yang baik kepada anak didik dan guru di sekolah dengan memberikan bimbingan secara berkelanjutan kepada siswa.

walau demikian Hadler berkeinginan, pada sebuah institusi pendidikan, agar dapat mengimbangi terciptanya menejemen pengelolaan keuangan secara baik, dibarengi dengan pengembangan siswa- siswinya yakni siswa harus diperlakukan sepantasnya, jangan ada kemerasan terhadap siswa serta menciptakan suasana kondusif pada lembaga pendidikan baik antara siswa dan siswa,guru dan guru maupun guru dan siswa. agar tercipta suasana yang kondusif.

“Sekali agi saya ingatkan, lembaga pendidikan yang bersih, adalah lembaga pendidikan yang tidak memperlakukan siswanya dengan semaunya dan seenaknya karena ada aturan yang mengikat, tidak boleh ada kekerasan, ciptakan suasana yang kondusif baik antara guru maupun siswa. agar dapat menjamin mutu pendidikan sekolah dimana kepsek memimpin,” Demikian Hadler.
(FM-29)