October, Masyarakat Diharuskan Minum Obat Cegah Kaki Gajah
Oktober 5, 2018AMBON, FM,- Bulan October, seluruh masyarakat di kota Ambon, dihimbau untuk dapat mengkonsumsi obat cegah kaki gajah. hal ini dimaksudkan agar dapat mencegah diri dari penularan yang disebabkan oleh cacing Filariasis dan ditularkan oleh nyamuk. Demikian diungkapkan Kepala Bidang pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2p) pada Dinas Kesehatan kota Ambon, Dr. Sioly Soempiet kepada Fokusmaluku.com jumat (05/10/2018)
Dirinya menyatakan, semua jenis nyamuk dapat menularkan filariasis, baik nyamuk rumah, nyamuk got, nyamuk hutan dan nyamuk rawa-rawa.
seseorang dapat tertular filariasis, apabila orang tersebut mendapat gigitan nyamuk infektif. penularan filariasis dapat terjadi melalui tiga unsur: Sumber penularan baik manusia atau hospes lain yang mengandung mikrofilaria dalam darahnya, vektor, yakni nyamuk yang dapat menularkan filariasis serta manusia yang rentan terhadap filariasis.
” Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria yang hidup didalam tubuh manusia, cacing ini dapat bertahan hidup selama 4-6 tahun dalam kelenjar getah bening, cacing berkembang biak didalam tubuh dan menghasilkan jutaan anak cacing yang beredar dalam darah,” cetus Soempiet.
Lebih jauh dikatakan, masyarakat mesti mengenali gejala dan tanda penyakit kaki gajah dimana akan terjadi demam berulang-ulang sekama 3-5 hari, demam dapat hilang bila si penderita istirahat dan mencul lagi setelah penderita bekerja berat, akan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. sehingga terlihat bengkak di daerah lipatan paha, ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit, abses yang disebabkan seringnya pembengkakan kelenjar getah bening dapat pecah dan keluar nanah dan darah, pembesaran tungkai, lengan, paha terasa zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas.
Akibat penyakit kaki gajah tentu akan menimbulkan kerugian ekonomi, lantaran penderita menjadi beban bagi keluarga, penderita tidak dapat bekerja secara normal atau tidak proaktif, penderita marasa rendah diri atau malu terhadap lingkungan, menjadi beban bagi lingkungan sekitar, dan mengganggu hubungan suami istri.
Walau demikian, pihaknya akan berupaya melakukan pencegahan dimasyarakat antara lain dengan menghindari diri dari gigitan nyamuk vektor antara lain dengan menggunakan kelambu sewaktu tidur, menutupi ventilasi rumah dengan kawat kassa, menggunakan obat nyamuk semprot atau bakar untuk mengusir nyamuk, menggunakan alat pelindung diri, kedua adalah dengan cara pencegahan memberantas nyamuk vektor dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan atau membersihkan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan air yang tergenang, serta meminum obat pencegahan filariasis secara teratur.
“Sejak dini filariasis harus dicegah,dengan meminom obat mulai dari usia 2 tahun keatas, agar tidak berakibat fatal pada kehidupan diwaktu yang akan datang,sementara bagi ibu hamil harus ditunda dulu,” Demikain Soempiet. ( FM-07)
