Penyakit Kusta Bukan Kutukan, Turunan Atau Hukuman, Ayo Berobat Gratis

Oktober 6, 2018 0 By admin

AMBON,FM.- Penyakit Kusta bukanlah penyakit kutukan, bukan juga penyakit turunan dan hukuman dari Tuhan. Oleh karena itu, masyarakat jangan malu datang berobat ke puskesmas ataupun Rumah Sakit. karena seluruh obat yang tersedia tanpa dipungut biaya alias gratis.

Masyarakat juga diminta agar tidak jijik ketika menemui penderita kusta, penyakit ini tidak gampang terjangkit keorang lain.Demikian Ungkap Ketua Lembaga Nippon Foundation, Yohei Sasakawa, yang juga merupakan pendonor dana kepada negara- negara di dunia melalui WHO, yang disalurkan malalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dilanjutkan ke setiap Provinsi Kab/kota termasuk di Indonesia- Maluku dan Kota Ambon.

Sasakawa dalam konfrensi persnya diruang media center- Balai kota Ambon, Jumat kemarin menyatakan, Stigma yang buruk terhadap penderita kusta haruslah dihindari, agar penderita merasa dikucilkan oleh masyarakat umum, penderita butuh ruang dan kebebasan bahkan keberanian untuk membawa diri sendiri demi mendapatkan pengobatan.

” Ada stigama yang buruk dari masyarakat umum terhadap penderita kusta, stigma itulah yang mestinya dihindari oleh masyarakat, mengapa? karena pengobatan kepada penderita kusta gratis, tetapi mereka cenderung tidak berani ke puskesmas dan Rumah Sakit, lantaran stigma terhadap mereka lebih besar, saatnya peran semua orang dibutuhkan agar dapat membantu menyelesaikan kasus Kusta di kota Ambon,” Ungkap Sasakawa.

Dia menjelaskan, Indonesia mencanangkan tahun 2020 harus terbebas dari Penyakit kusta dengan prefalensi 1/ 10 ribu penduduk agar mata rantai penularan dapat diputuskan.
Agar dapat menjangkau itu, Kementerian Kesehatan- Dinas Kesehatan kota Ambon harus mencari penderita baru secara sukarela dan mengajak penderita untuk datang ke puskesmas dan berobat secara berkala.
“Kusta bukan hanya soal biaya, tetapi komunikasi yang terpenting, hindari diskriminasi dan stop percaya informasi hoax, beranikan diri datang berobat ke fasilitas layanan kesehatan, minum obat secara berkala dan teratur, penyakit kusta pasti sembuh total,” akui Sasakawa yang juga duta persahabatan untuk Hak Asasi Manusia penderita kusta.

Sementara itu, Dinas Kesehatan kota Ambon mengaku, Berbagai langkah dan upaya terus dilakukan agar dapat menjangkau sebanyak- banyaknya penderita. baik penderita baru maupun yang sementara menjalankan pengobatan. Demikian ungkap Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon,Wendy Pelupessy dikesempatan yang sama.

Pelupessy memaparkan, dalam menjangkau sebanyak- banyaknya penderita Kusta di Kota Ambon, Dinas kesehatan melakukan pola pendekatan keluarga dimana petugas akan turun ketuk pintu masyarakat maupun peran guru disekolah agar dapat menemukan dengan mudah gejala maupun penderita baru saat dilakukan penjaringan.

“Bukan karena kejar targat di tahun 2020 tetapi mencari sebanyak- banyaknya penderita kusta untuk diobati dalam jangka panjang selama enam bulan hingga satu tahun,” katanya lagi.
Untuk diketahui, Data Dinas Kesehatan tahun 2017 penderita kusta baru di kota Ambon mencapai 46 orang, sementara tahun 2018 periode Januari hingga Agustus 2018 sebanyak 28 kasus baru dan sampai saat ini penanganannya telah mencapai 0,98 persen.

Diharapkan, tahun 2020 mendatang kota Ambon dapat terbebas dari Kusta atau paling tidak frekuensi kumulatif dapat diturunkan yakni dibawah 1/10.000 penduduk di Indonesia. ( FM-09)