Gubernur Lepas 230 Kontingen Pesparani Nasional
Oktober 9, 2018AMBON,FM.- Gubernur Maluku, Said Assagaff melepaskan 230 kontingen Maluku dan siap bertanding dalam Pesta Paduan Suara Gerejani ( Pesparani) Nasional I umat Khatolik. Yang akan digelar pada 28 October hingga 2 November 2018 mendatang. pelepasan berlangsung di lantai Lima Gedung DPRD Maluku, Selasa (9/10/2018)
Dalam sambutannya Gubernur menjelaskan, pesparani ini haruslah memiliki tiga prinsip sukses yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses administrasi agar dikemudian hari agenda keagamaan lainnya dapat dilaksanakan secara baik. Sehingga kerukunan yang religius dapat tercipta.
Assagaff menjelaskan, selain pelayanan secara optimal kepada tamu, Maluku juga harus mampu mengukir prestasi yang gemilang. nama besar Maluku dalam Pesparani Nasional harus mengukir prestasi sama halnya dengan lomba banding nyanyi lainnya yang pernah digelar di Maluku.
“Maluku selalu menjadi sorotan karena sering langganan juara, dan secara natural anak Maluku memiliki suara yang khas dan sangat musicalis,” ucapnya
Diharapkan kontingen pesparani Nasional I ini, Maluku dapat mengukir prestasi baik, jangan bernyanyi dengan biasa saja, retapi nyanyian untuk Tuhan. Seperti yang diutarakan dalam kitab Mazmur 147: 7 bernyanyilah untuk Allah dengan nyanyian syukur, bermazmurlah dengan Tuhan kita dengan kecapi, ini sangat sarat dengan nilai perjuangan dimana nyanyian itu harus dinikmati. Demi meningkatkan kualitas dan sumber kedamaian, kasih sayang, kedamaian dan kesejahteraan sesuai teladan Yesus Kristus,” tuturnya.
” Bernyanyi adalah bahasa yang Tuhan inginkan kepada kita untuk mengekspresikan kerinduan kita serta rasa percaya kita kepada Tuhan yang menciptakan dan mencintai kita tanpa batas, sesuai yang tertulis dalam kitab Mazmur 96: 1 Nyanyikanlah nyanyian baru untuk Tuhan, menyanyilah untuk Tuhan wahai segenap dunia,” cetusnya.
Dengan proses pelatihan yang sungguh-sungguh dapat membuahkan hasil yang baik, disertai dengan dukungan seluruh umat beragama di Maluku baik agama Islam, Hindu, Budha serta Kristen Protestan.
“Ini sebuah bukti kerukunan umat beragama di Maluku, mari kita jaga dan rawat terus kerukunan ini agar semakin baik di kemudian hari,” Demikian Assagaff. ( FM-07)
