Kemenkeu Gelar Seminar Forum Ekonom di Maluku
November 13, 2018AMBON,FM.- Kementerian Keuangan RI menggelar seminar forum ekonom di Provinsi Maluku yang digelar di Santika Hotel Ambon, Selasa, (13/11/2018) yang menghadirkan, seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan di Provinsi Maluku dan sejumlah pejabat dari KemenKeu Pusat.
Seminar ini digelar pada 15 di Indonesia diantaranya, Diskusi, seminar, maupun kuliah umum. Kegiatan ini dimamsudkan untuk menjalin kerjasama antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan dan masyarakat di daerah dalam hal perkembangan ekonomi dan APBN untuk mendukung pemerataan pembangunan.
Dalam seminar ini juga, menghadirkan sejumlah narasumer yang berkompeten pusat dan daerah diantaranya, Scenaider C.H.Siahaan dengan materinya tentang Strategi dan kebijakan pengelolaan utang negara, Wahyu Utomo pada pusat kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal pada KemenKeu RI dengan materinya mengenai arah dan tantangan kebijakan fiskal Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan,
Ada juga Kepala Kantor Wilayah ( Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan ( DJPb) Provinsi Maluku dan juga Teddy Christianto Leasiwal, Kepala Labolatorium Penelitian, pengkajian dan pelatihan ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Pattimura dengan materinya tentang Kondisi Ekonomi Makro dan Keuangan Daerah Provinsi Maluku.
Gubernur Maluku, Said Assgaff dalam sambutannya yang dibacakan oleh kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Maluku, Anton Lailosa menyatakan, turut mengapresiasi kinerja pemerintah daerah yang semakin hari kian meningkat. Dimana total keseluruhan mencapai 21, 5 Triliun yang diberikan melalui Kementerian lembaga dan 12, 5 melalui dana- dana transfer dan APBN keseluruh sebesar 14,3 Triliun.
“Berkat dukungan ini nampak terlihat pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku
Apalagi pada masa konflik lalu, kita mengalami kontraksi sampai 27, 5 persen. Padahal krisis ekonomi pada tahun 1999, Indonesia hanya berakibat belasan persen, namun bangkit pada 2022 meningkat dan dilanjutkan ditahun- tahun kemudia,” akuinya.
Rata- rata laju pertumbuhan ekonomi Maluku meningkat diatas pertumbuhan Nasional yakni 6 persen meningkat dari Indonesia yang hanya 5, 17 persen.
Diharapkan, perhatian Pemerintah Pusat terhadap Maluku semakin intens, pendekatan yang selama ini yang masih mebghasilkan Maluku dalam posisi terpuruk di Negara ini,dapat dipertimbangkan dalam kebijakan yang tentatif bagi daerah Maluku, Maluku Utara, NTT, NTB berada pada posisi yang memiliki harapan pembangunan demi masa depan yang lebih baik.
Walau demikian, diharapkan juga, seminar ini dapat menjadi corong diskusi, bertukar pikiran dalam memberikan masukan sekaligus sharing informasi tentang Maluku dalam konteks perkembangan ekonomi guna memberikan dukungan pemerataan pembangunan di Provinsi Maluku tercinta ini. ( FM-09)
