Desa Tuni Jadi Target Penanaman 20 Anakan Bambu

November 17, 2018 0 By admin

AMBON,FM.- Sebanyak dua puluh anakan bambu ditanam di Desa Tuni Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe kota Ambon, (17/11/2018) oleh Sekretaris Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ibu Nujun, Perwakilan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku, Dodie Tiwery, Perwakilan Ambon Music Office (AMO), Marris Hetharie, salah satu guru Xaverius Ambon, Angky Manuhutu termasuk pemilik lahan Bpk.Lex dan Opa Bong. Penanaman ini dilakukan sebagai bagian dari upaya melestarikan alat baku bambu dalam pembuatan music tradisional suling bambu di kota Ambon.

Kepada wartawan dilokasi penanaman, Rence Alfons menyatakan, anakan bambu ini dibawa dari Hutumuri ke Tuni untuk ditanam pada tanah seluas hampir 1 Hektar. Anakan ini akan ditanam penuhi luas tanah tersebut.

“Selama ini, dirinya mengambil bahan baku Suling untuk pembuatan alat music tradisional selalu di Hutan dan tidak pernah menanam bambu dengan adanya gerakan ini kita tidak akan ambil jauh lagi, kita juga dapat lebih merawat lingkungan agar bambu yang sering diambil tidak akan punah,” Ungkap Alfons

Dia menjelaskan, Dalam pembuatan suling bambu, biasanya menggunakan dua ratus ruas bambu untuk menghasilkan seratus buah, bambu yangbdiambil agar lebih, karena pasti dalam pembuatannya ada yang tidak jadi atau gagal.bahkan dari seratus yang dibuat, pasti sekitar 20-an yang tidak jadi.

Diharapkan, kedepan music bambu dapat menjadi icon yang spesifik di Indonesia, kota Ambon akan dijadikan lokasi festival suling bambu terbesar di Indonesia. Bilamana ada orang luar yang hendak melihat secara langsung proses pembuatan alat tradisional suling bambu hingga penampilan pemain suling, ayo ke Ambon.

Meskipun alat music suling sudah banyak terkenal pada berbagai provinsi di Indonesia, namun kota Ambon berbeda. Artinya
Kultur itu bermodalkan music, seperti suling,tetapi ada perbedaan dalam bunyi maupun tangga nada, dan Ambonpun berbeda. ( FM-08)