BPOM Tetap Intens Mengedukasi Masyarakat

Desember 16, 2018 0 By admin

AMBON,FM.- Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Ambon hingga saat ini masih tetap intens mengedukaai masyarakat di Maluku dan juga kota Ambon agar lebih cerdas dalam memilih pangan aman dan kosmetik aman bagi diri sendiri maupun keluarga.
Seperti yang dilakukan BPOM disela-sela lomba fasion show anak dan remaja yang digelar di The Lekker Tanah Tinggi Ambon, Minggu (16/12/2018)
Ajang perlombaan Fasion Show adalah moment dimana seluruh kalangan berkumpul mulai dari Anak anak, remaja, dewasa hingga orang tua.

Moment inilah yang kami gunakan untuk terus mengedukasi masyarakat di Ambon. Untuk anak- anak lebih dititikberatkan pada jajanan disekolah, agar bagaimana anak – anak dapat memilah jajanan mana yang bersih dan steril untuk dikonsumsi dan terutama bebas dari pewarna dan boras,” Demikin ungkap Kepala BPOM Ambon, Hariani kepada wartawan usai memberikan arahan kepada anak- anak.
Dia menjelaskan, cara mendidik anak yang paling benar adalah sejak usia dini, ajari cara memilih jajanan yang sehat dan layak dikonsumsi, apalagi setiap hari banyak jajanan di sekolah.

Diharapkan, orang lebih peka dan peduli dengan pangan yang dikonsumsi anak- anak apakah memang steril dari bahan pengawet ataukah tidak. Bahkan lebih baiknya jika jajanan sehat anak dibuat oleh ibu dirumah.agar anak tidak jajan sembarangan di sekolah.

Sejalan dengan itu, upaya BPOM juga adalah menyadarkan masyarakat tentang bagaimana cara memilih kosmetik yang benar, mengingat saat ini di Maluku khususnya di kota Ambon beredar cosmetik online yang sangat berbahaya.

“Kita tetap mengkampanyekan agar jangan menggunakan kosmetik yang diperdagangkan melalui sistem online konsumen mesti peduli paling tidak untuk dirinya sendiri,” akui Hariani.

Pihaknya berupaya keras untuk memutus rantai perdagangan kosmetic illegal di Maluku, dengan dimulai dari konsumen.

” Masyarakat harus tau, banyak perdagangan online itu tidak terdaftar di BPOM baik dari segi keamanan maupun kesehatannya. Meskipun memang tidak semua produk sama bahayanya, tetapi dari pengalaman kami umumnya kosmetik online yang diedarkan mengandung Hg yang sangat berbahaya untuk kulit,” beber Hariani.

Pemerintah, tambahnya, tidak dapat bekerja sendiri dalam memutus mata rantai ini, karena yang menjadi target perdagangan ini adalah konsumen atau masyarakat sendiri, dengan demikian masyarakat yang adalah konsumen harus lebih pintar, lebih peduli dalam membeli dan mengkonsumsi sebuah produk online, semua kita bertanggung jawab bukan hanya pemerintah tetapi juga konsumen.(FM-06)