Kader Posyandu, BKB di Ambon Ikut Orientasi Pelayanan Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak
Maret 12, 2019AMBON,FM.- Puluhan kader Posyandu, Bina Keluarga Balita ( BKB) dan kader PPKBD di kota Ambon mengikuti orientasi pelayanan kesehatan ibu, bayi dan anak yang diprakarsai oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Ambon, yang digelar di Ruang rapat lantai II Balai kota Ambon, Selasa (12/03/2019)
Orientasi ini dimaksudkan untuk mencegah kehamilan, mencegah setidaknya 1 dari 4 kematian ibu ketika melahirkan, menjaga kesehatan ibu, merencanakan kehamilan lebih terprogram mengurangi resiko kematian bayi, tumbuh kembang nk lebih terjamin, anak mendapat kualitas kasih sayang yang lebih maksimal.
Dalam sambutannya, Asisten Bidang Administrasi Umum, Sekretaris kota Ambon, Romeo Soplanit dalam sambutannya menyatakan, Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menegaskan, seorang anak berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal, terhindar dari kekerasan dan diskriminasi.
Selain itu, UU perlindungan anak juga mengamanatkan bahwa Pemerintah, masyarakat, Keluarga dan Orang Tua berkewajiban dnan bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. untuk itu Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan.
Menurutnya, seiring dengan adanya kasus kematian ibu karena melahirkan bayi dan anak terjadi karena kurangnya pemahaman bagaimana merawat dan mengasuhnya secara baik dan benar.
Dikatakan, ibu dan anak terutama bayi yang baru lahir merupakan kelompok masyarakat yang rentan dan lerlu mendapat perhatian serius dari peemrintah, selain itu masalah kesehatan masih dodimonasi oleh tingginya angka kematian bayi dan Balita serta prevelensiasi balita kurang gizi.
Selama ini, tambahnya, pelayanan kesehatan yang dilakukan lebih terfokus pada upaya agar bayi dapat lahir dengan selamat dan kelangsungan hidup anak, tetapi belum terintegrasi secara penuh untuk mencapai tumbuh kembang anak secara normal.
Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan, demi menjamin kelangsungan hidup bayi yang baru lahir dan meningkatkan kesehatan anak sesuai tumbuh kembangnya.
Diharapkan, dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan waktu melahirkan, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat program KB dalam membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera, dengan mengatur kelahiran yakni memiliki dua anak lebih baik,meningkatkan kualitas keluarga, serta meningkatnya kualitas kesehatan ibu dan anak. ( FM-08)
