770 Kader Posyandu-BKB di Ambon Terima Insentif

Maret 26, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Sebanyak 770 Kader Posyandu dan Bina Keluarga Balita ( BKB) di kota Ambom menerima insentif dari pemerintah. Pemberian insentif tahap pertama dilakukan per triwulan,  periode bulan Januari hingga Maret 2019 sebesar tiga ratus ribu per kader. dengan total dana 231.000.000,-
pemberian insentif berlangsung di MCM-Tantui Ambon (26/03/019)

Welly Patty dalam laporannya menyatakan, insentif dapat merangsang kader dalam memberikan pelayanan yang maksimal, dan meningkatkan peran serta fungsi dalam menjalankan tugas baik kader posyandu maupun BKB. Serta dapat meningkatkan peran serta fungsi dan tanggungjawab kader.

Walau demikian lanjut Patty, Pemkot hanya meransang kader dalam bentuk insentif, jika nanti kondisi keuangan pemkot semakin mambaik pasti akan berpengaruh juga terhadap Insenitf para kader.

Sementara itu, wali kota Ambon,Richard Louhenapessy menyatakan, kader Posyandu juga memiliki peran yang sangat luar biasa, dalam meletakan dasar yang baik bagi anak-anak, dan justru memberikan dampak yang luar biasa bagi masa depan dikemudian hari.

“Sekali kita salah dalam meletakan dasar, akan berpengaruh terhadap masa depan anak-anak kita nanti,” Ujar Louhenapessy.

Akuinya, insentif bukanlah upah, tetapi sebuah bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan pemerintah kota Ambon kepada para kader yang ada di kota ini.

“Hanya orang yang cerdas yang mampu melihat hal ini termasuk para kader, jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi ini adalah penghargaan dari Pemkot kepada para kader,” jelas Louhenapessy.

Insentif akui Louhenapessy, hanyalah diberikan kepada kader kelurahan, karena kader di desa telah diakomodir dalam Dana Desa (DD).sehingga tidak lagi diberikan saat ini.

Dikatakan, Posyadu adalah wadah partisipasi masyarakat paling bawah, dalam pembangunan kesehatan yang dibentuk dari masyarakat, oleh dan untuk masyarakat sesuai dengan prinsip kehidupan berdemokrasi, dalam upaya terwujudnya kehidupan masyarakat yang sehat.

Tambahnya, upaya peningkatan Posyandu,  bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga seluruh komponen masyarakat, mengingat peran posyandu sangatlah besar. Mulai dari tahap perintisan, penghubung dengan wilayah penunjanng pelaksanaan posyandu sebagai perencana, pelaksana dan sebagai pembina penyuluh untuk memotivasi masyarakat yang berperan dalam pelaksanaan posyandu di daerahnya.

Lanjutnya. Upaya pengebangan kualitas SDM dengan mengoptimalisasikan potensi tunbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara merata apabila sistem pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti posyandu secara efektif dn efisien dapat emnjangkau semua sasaran yang menmbutuhakn layanan tunbuh kembang anak, ibu hamil, ibu menyusui dan nifas. (FM-09)







‌