Pemkot Ambon Rumuskan Prioritas Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pemkot Ambon Rumuskan Prioritas Pengelolaan Lingkungan Hidup

April 25, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Pemerintah kota Ambon fokus merumuskan isi prioritas dalam rangka penyusunan dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup kota Ambon Tahun 2018 melalui Fokus Group Discussion ( FGD) yang digelar di ruang rapat lantai II Balai kota Ambon, Kamis ( 25/04/2019)

Diskusi ini melibatkan organisasi perangkat daerah Pemerintah kota Ambon LSM, pemuka masyarakat dan tokoh agama Dinas lingkungan hidup provinsi Maluku.

IKPLHD harus disusun setiap tahun oleh seluruh provinsi dan kabupaten kota indonesia sebagai penentu analisa prioritas lingkungan hidup, yang dirumuskan dengan mempertimbangkan kriteria kerusakan sumber daya alam, kerusakan keanekaragaman hayati yang justru berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial ekonomi dan kualitas lingkungan hidup, agar mendapat perhatian luas dan perlu ditangani secara serius dengan maksud memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah.

informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah kota Ambon adalah sebuah dokumen penting dalam pengelolaan lingkungan di kota Ambon karena dokumen ini menjadi acuan dalam kebijakan pengelolaan lingkungan.

Sekretaris kota Ambon, AG Latuheru dalam sambutannya menyatakan, IKPLHD adalah sebuah sarana penyediaan data dan informasi lingkungan hidup PLH, yang dapat menjadi alat yang berguna dalam menilai dan menentukan prioritas masalah dan membuat rekomendasi bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dijelaskan, Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup pasal 62 ayat 2 mewajibkan pemerintah baik nasional maupun provinsi atau kabupaten kota untuk menyebarluaskan informasi lingkungan hidup kepada masyarakat.

dalam dokumen lingkungan hidup daerah isu prioritas merupakan isu utama yang menjadi prioritas dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup daerah.

Akuinya, sebagai kota kecil kota Ambon terletak di pulau kecil yang telah memasuki usia yang ke 443 tahun, kota Ambon sangat rentan terhadap perubahan akibat terbatasnya daya dukung dan daya tampung lingkungan. kondisi ini menjadikan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Perlu diperhatikan dan dijaga secara bersama tak dapat dihindari bahwa tekanan terhadap lahan menjadi kian meningkat sepanjang tahun 2016 sampai dengan 2017 telah terjadi perubahan penggunaan lahan yang sangat signifikan di kota Ambon,” akuinya.

Tambahnya, peningkatan penggunaan lahan berupa kegiatan non pertanian meningkat hampir di atas 100 persen dari tahun sebelumnya, diikuti dengan perkebunan yang meningkat lebih tinggi mencapai 400 sampai 500 persen.

Disisi lain, keberadaan hutan yang berfungsi sebagai penyangga ekosistem mengalami penurunan selama 1 tahun terakhir menjadi 40,98 persen.

“Disadari atau tidak berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia secara tidak langsung telah mengancam keberadaan sumber daya air akibatnya timbul pencemaran air, sehingga menurunkan kualitas air,” ucapnya.

Lanjut Latuheru, dapat disebabkan oleh limbah industri perumahan pertanian dan rumah tangga, selain itu pertumbuhan ekonomi kota Ambon terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, meningkat pula kegiatan di sektor transportasi. sektor ini sangat berkontribusi pada penurunan kualitas udara yang disebabkan oleh emisi yang berasal dari transportasi.

Diharapkan, seluruh pihak terkait yang terlibat dalam diskusi ini dapat turut berkontribusi pikir dalam memperkaya perumusan isu prioritas penyusunan dokumen kota Ambon. ( FM-08)