Membongkar Kejahatan Terselubung di PT Kalwedo
Juni 19, 2019AMBON,FM.- Dugaan kasus korupsi di tubuh PT Kalwedo semakin seksi dan santer dibahas semua kalangan. Tarik menarik, siapa yang benar dan salah dalam penggunaan anggaran miliaran rupiah yang dikucurkan untuk pengoperasian KMP Marsela dinilai politis oleh sebagian besar kalangan.
Hasil investigasi media ini, dari sumber terpercaya ditemukan beberapa fakta kebenaran yang diduga kuat menjadi penyebab kolapsnya PT Kalwedo hingga sampai saat ini KMP Marsela tidak beroperasi.
Kejahatan terselubung yang tersistematis ala nepotisme yang diduga dilakukan oleh mantan Bupati Maluku Barat Daya, Barnabas Orno sungguh disayangkan. Dan tak perlu diwarisi generasi mendatang.
Menurut sumber, ada dua pihak pemegang saham dalam PT Kalwedo. Yang pertama Pemerintah Daerah dan kedua adalah ayah kandung dari sang mantan Bupati MBD yakni Matias Orno.
Ketika dicermati benar, dari pemegang saham, Direktur hingga kapten kapal itu keluarga dekatnya Barnabas Orno. Ada apa dibalik ini? Ketika PT Kalwedo kolaps kira- kira siapa penyebabnya. Dalam dunia bisnis ketika keluarga ikut masuk terlibat didalamnya untuk mengatur maka pasti bangkrut. Bahkan, ada special apa untuk keluarga tersebut hingga kapten kapal yang bersekolah lanjutpun dibiayai Pemda MBD. Memangngya di MBD tidak ada kapasitas kapten lain, selain Fernando Nivaan, alias ponakannya Barnabas Orno, tanya sumber.
Berdasarkan itulah, Praktisi Hukum, Fredy Moses Ulemlem, SH, mendesak agar pihak penegak hukum harus segara memanggil dan memeriksa mantan Bupati MBD, Barnabas Orno bersama ayah kandungnya sebagai pemegang saham PT Kalwedo.
“Jangan tuding menuding kesalahan terhadap orang lain tapi diri sendiri sementara menyimpan sejuta kejahatan. Jangan pakai modus lempar batu sembunyi tangan. Kita akan kejar kasus ini sampai ke akar- akarnya” tegas pengacara muda berdarah Kidabela- Kalwedo.
Lanjut Ulemlem, aksi demonstrasi aliansi MBD yang dilakukan pun tidak objektif mengkaji kasus korupsi di KMP Marsela.Dinilai sepihak karena hanya menyerang subjektif “Jangan berjuang pilih kasih, karena ada ada kepentingan yang teselubung. Saya apresiasi adik- adikku dalam perjuangan, tapi moral harus dijaga, bukan sebaliknya” ujarnya.
Kata dia, bukan membela mantan direktur , tetapi dari faktanya hasil audit BPK semenjak Benyamin Noach menjabat direktur hingga tahun 2015, tidak ada temuan pelanggaran dari BPK. Dan KMP Marsela pun terus beroperasi.
Yang harus kita soroti dan fokus kasusnya, kata pengacara muda ini, semenjak diangkatnya Direktur Lukas Tapilou alias ipar kandung Barnabas Orno. Karena, semenjak Lukas Tapilou memimpin belum ada laporan keuangan dimasukan kepada Pemerintah Daerah bahkan belum diaudit penggunaan anggaran oleh BPK. Dan tercatat dari Tahun 2016 itulah terjadi kolaps hingga sampai saat ini KMP Marsela tidak beroperasi. “Nah, inilah yang harus disoroti penyebabnya pada Lukas Tapilou. Saya minta pihak lain jangan menggunakan kasus korupsi KMP Marsela untuk mencari popularitas jelang pilkada MBD 2020. Masyarakar MBD sudah cerdas. Mari kita bersatu untuk MBD lebih maju tanpa menjatuhkan saudara kita sendiri karena kepentingan sesat” ajaknya.( FM-05)
