Walikota Ambon Resmikan SDN 96 Ambon
Juli 29, 2019AMBON, FM,- Wali kota Ambon, Richrad Louhenapessy akhirnya meresmikan SDN 96 Ambon, yang berlokasi di Kopertis, Kelurahan Waihoka kota Ambon, Senin (29/07/2019)
Sekolah dimaksud telah berproses sejak empat tahun lalu dan baru diresmikan pada tahun ini, atas keinginan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Uniknya dalam peresmian sekolah kali ini, seluruh kepala sekolah level pendidikan dasar turut menghadiri tanpa terkecuali.
kehadiran kepala sekolah, sekaligus untuk diarahkan tentang konsep dasar upaya kota Ambon menjadi kota Inklusif, yang dimulai dari sektor pendidikan.
Dalam sambutannya, Louhenapessy menjelaskan, awalnya dirinya tak paham, tentang target dunia yakni UNICEF pada November 2014 untuk menjadikan kota ini sebagai kota inklusif atau kota yang layak huni.
“Kemungkinan besar, alasan UNICEF mendorong Ambon sebagai kota inklusif ,berlatar dari korban konflik sosial beberapa waktu.
“Kota layak huni, bukan hanya bagi sebauh kota yang normal tetapi kaum kaum disabilitas yang cacat baik secara fisik maupun mental, irtu juga harus diakomodir bagi kota ini, kita sementara mengarah kesitu,” akuinya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan kota Ambon, Mery Mairuhu menyatakan, usai peresmian sekolah dimaksud, proses belajar mengajar langsung dilakukan. dan jumlah siswa yang terdaftar saat ini adalah 69 siswa. dengan perincian, siswa kelas I sebanyak, 38 siswa, Kelas II, 10 siswa, Kelas III, sebanyak 9 siswa dan kelas IV dan V sebanyak 7 siswa.
Akuinya, sejak berproses beberapa tahun lalu, sekolah ini akhirnya dapat beroperasi atas kerjasama dan dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat sekitar.
Mairuhu menyatakan, awal penerimaan siswa baru, hanya diterima siswa kelas 1 hingga kelas V, sementara untuk kelas VI masih membutuhkan penyesuaikan, sehingga nantinya siswa kelas VI baru akan berproses pada tahun ajaran baru.
Akui Mairuhu, sekolah yang baru diresmikan ini menerima siswa pindahan dari sekolah lainnya, jika memang diinginkan oleh orang tua, karena itu, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan sekolah sekitar, sehingga dapat memberikan ijin bagi siswa lainnya yang berminat pindah ke sekolah baru.sehingga dapat meringankan orang tua dari segi tranportasi.
Total tenaga pendidik yang ditugaskan pada sekolah tersebut sebanyak 8 orang yakni, 5 guru kelas, 1Kepala Sekolah, 1 guru Pendidikan Jasmani, dan 1 guru agama kristen. sementara hal lainnya mengenai keberlangsungan sekolah dimaksud akan terus berproses. (FM-07)
