Neraca Perdagangan Maluku Defisit
Agustus 5, 2019AMBON,FM.- Neraca perdagangan provinsi Maluku mengalami defisit sekitar US$ 16,98 pada ada neraca perdagangan luar negeri, terutama pada bulan Juni 2019.
Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku menunjukan bahwa sepanjang tahun 2018 Maluku selalu mengalami defisit dikarenakan tingginya impor barang dari luar negeri.
Impor barang tersebut didominasi dari sektor migas, disisi lain ekspor Maluku pada sektor migas belum mampu mengimbangi besarnya impor dilihat dari luar negeri.
“Tercatat ekspor migas Maluku dari Januari sampai dengan Desember 2018 hanya sebesar 40,70 juta US$ sedangkan impor megasari luar negeri mencapai US$ 478,55 juta ditambah dengan impor migas sebesar US$ 98,48 Juta dan non migas sebesar US$ 20,53 juta pada Januari sampai dengan Juni 2019.
Demikian diungkapkan Kepala BPS Maluku, Dumanggar Hutauruk dalam keterangan resmi statistik bulanan di kantornya beberapa hari lalu.
Hutauruk menjelaskan, neraca volume perdagangan luar negeri pada Januari hingga Juni 2019 juga mengalami defisit sebesar 170,95 ribu ton. yang disebabkan karena besarnya volume impor Maluku (171,69 ribu ton) dibandingkan ekspor sebesar 0,74 ribu ton.
Tambahnya, sesuai volume impor Maluku pada juni 2019 mencapai 3 1,94 ribu ton meningkat sekitar 36,51 persen jika dibandingkan volume impor pada bulan mei 2019. secara kumulatif pada januari hingga juni 2019 volume impor Maluku mencapai 171,69 ribu ton atau menurun 50,92 persen dibandingkan volume impor periode yang sama tahun lalu. kontribusi sektor migas sangat dominan pada aktivitas impor Maluku. hal ini nampak dengan kegiatan impor pada Januari hingga Juni 2019 sebesar 99,30 persen berasal dari sektor migas.
Bahkan data lain juga menunjukan, bulan yang sama tahun ini impor Maluku berasal dari kawasan asean seperti negara singapura sebesar US$ 18,27 juta atau mengalami penurunan sebesar 34,35 persen dibandingkan bulan Mei.
Aktivitas impor di Maluku pada semester pertama sangat bergantung pada negara anggota ASEAN yakni Singapura dan Malaysia dengan nilai impor masing-masing sebesar US$ 80,79 juta dan US$ 17,73 juta.
Lebih jauh akui Hutauruk, sejarah kumulatif year on year, impor Maluku yang terbesar di negara anggota asean sekitar US$ 98,52 Juta. maluku juga melakukan impor dari negara kawasan Asia lainnya seperti korea selatan sebesar US$ 20,49 juta.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, impor yang dilakukan Maluku mengalami penurunan terbesar dari Singapura yakni sekitar 62,35 dan sampai saat ini, impor Maluku masih didominasi oleh negara anggota ASEAN yang ke sekitar 82,79 persen dari total impor. (FM-07)
