BPS Maluku Mencatat Ekspor Maluku Turun 27,05 Persen

Agustus 4, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat ekspor Maluku Bulan Juni 2019 mencapai 1,30 juta atau terjadi penurunan sekitar 2 7,05 persen dibandingkan ekspor Mei tahun yang sama. cara kumulatif nilai ekspor Maluku bulan Januari hingga Juni 2019 sebesar 6,84 juta  US$ atau mengalami penurunan sebesar 75,06 dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

“Volume ekspor Maluku pada bulan Juni 2019 sebesar 0,13 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 32,09 persen bila dibandingkan volume ekspor Maluku bulan Mei 2019 untuk komoditi ikan dan udang selama periode Januari sampai Juni 2019.sudah tentu volume ekspor Maluku juga ikut menurun 98,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Demikian diungkapkan Kepala BPS Maluku, Dumanggar Hutauruk dalam release resmi Berita Statistik di Kantornya, Kamis (01/08/2019)

Dijelaskan, pada juni 2019 ekspor Maluku berasal dari sektor migas dengan beberapa negara tujuan diantaranya Amerika Serikat, Hongkong, Singapura Jepang dan Malaysia, dengan ekspor terbesar menuju Amerika Serikat senilai 0,99 juta US$ dari pelabuhan muat Yos Sudarso kota Ambon, Bandara Pattimura, Pelabuhan Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Total nilai ekspor komoditas lumba-lumba yang diekspor dari pelabuhan luar baru kepada jelek 2019 mencapai 2, 24 juta US$ atau meningkat 121,44 persen dibanding Mei 2019,” ucapnya.

Akuinya, berdasarkan golongan barang, ekspor Maluku pada juni 2019 mencapai 1,30 juta US$ komoditi barang manusia yaitu kelompok iklan dan udang berupa ikan kerapu, tuna sirip kuning, fillet beku ikan tuna, tuna ground meat, Frozen yellowfin tuna : saku,cube dan kepiting hidup. nilai ini menurut sekitar buat 7,05 persen jika dibanding nilai ekspor Maluku bulan mei 2019 yakni sebesar 1,78 juta US$ yang berasal dari komoditas barang non migas.

“Dalam komulasi Januari hingga Juni 2019 seluruhnya berasal dari kelompok ikan dan udang. komoditi ikan dan udang yang diekspor adalah jenis ikan kerapu ikan tuna sirip kuning, fillet beku ikan tuna dan kepiting hidup senilai 6,84 juta US$, perbandingan nilai ekspor maluku Januari hingga Juni 2019 terhadap periode yang sama tahun lalu menunjukan penurunan sekitar 75,06 persen, disebabkan karena adanya ekspor  bahan bakar minyak pada juni 2018,” bebernya.

Periode semesteran I Maluku melakukan ekspor ke negara anggota ASEAN yakni Singapura dan Malaysia serta negara di kawasan asia lainnya yaitu Jepang dan Hongkong ekspor Maluku juga merambah Amerika Serikat dengan nilai 0,99 US$, jika dibandingkan dengan Mei 2019 terjadi peningkatan ekspor di Amerika Serikat sebesar 3 1,63 persen.

Sedangkan di negara kawasan asia lainnya dan asean mengalami penurunan sekitar 47,58 persen dan 84,34 persen, dari negara anggota ASEAN ekspor Maluku terbesar yakni di Vietnam senilai 0,77 juta US$.

Bahkan hasil ekspor Maluku melalui pelabuhan laut nampak terjadi penurunan, dan bulan inipun tidak ada ekspor melalui pelabuhan Tual, Bila dan Lirang. dan penurunan nilai terbesar terjadi pada bandara pattimura sekitar 54,63 persen.

Lanjut Hutauruk, selain ekspor melalui pelabuhan di maluku komoditi asal daerah ini juga melalui pelabuhan di luar maluku, yang mana pada juni 2019 tercatat ekspor komoditas asal Maluku yang dikirim ke luar melalui pelabuhan di luar Maluku mencapai 2,24 juta US$ atau naik 121,44 persen dibanding Mei 2019.  Komoditi pada kelompok perhiasan atau permata memberikan sumbangan terbesar yakni mencapai 1,96 juta US$ dengan jenis komoditi berupa mutiara air laut budidaya yang belum dikerjakan maupun telah dikerjakan.

Selain ini akui Hutauruk, komponen ekspor pada bulan juni 2019 juga dipicu oleh kelompok kayu dan produknya yang diekspor melalui pelabuhan luar Maluku yaitu mencapai 0,25 juta US$ dengan jenis komoditi berupa panel kayu seluler. komoditas penyumbang ekspor terbesar ketiga pada kelompok lak,getah, damar mencapai 0,02 juta US$.

“Periode Januari hingga Juni 2019, ekspor dari pelabuhan luar Maluku yang terbesar adalah melalui bandara Soekarno Hatta di tanggerang yakni sekitar 45,36 persen sedangkan Bandara Hasanuddin Makassar memiliki kontribusi yang paling kecil yaitu sebesar 0,12 persen dari total ekspor komoditas asal Maluku,” Demikian Hutauruk. (FM-05)