Astaga! 2000 KIP Mengendap di Bank BRI

September 23, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Sangat mengesalkan, disaat pemerintah memberikan bantuan dan jaminan bagi ribuan siswa sekolah dasar (SD) dikota Ambon untuk mengenyam pendidikan, justru terkesan dihambat. Lihat saja 2000 lebih Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diperuntukan bagi siswa-siswi dikota ini mengendap di bank pemerintah yakni, BRI sejak tahun 2017 lalu. Dengan demikian siswa yang telah lulus dari SD Ke SMP dan seterusnya telah mengalami kerugian.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Meri Mairuhu saat dikonfirmasi media ini, Senin (23/09/2019) membenarkan hal tersebut, dirinya kaget saat mengetahui ribuan KIP yang mestinya dibagikan kepada para siswa di Kota Ambon justru mengendap di Bank BRI tanpa ada alasan pasti.

“Awalnya saya juga kaget, ternyata ada dua ribuan lebih anak di kota Ambon yang belum memperoleh KIP, padahal itu merupakan hak mereka, karena dirinya baru menjabat tahun 2018,” ucap Mairuhu.

Dia menjelaskan, saat ini, pihaknya telah mendatangi langsung pihak Bank BRI dan menanyakan hal tersebut, dan nyatanya memang ada, walau demikian pihaknya tidak tinggal diam tetapi terus berupaya agar kartu tersebut dapat diserahkan langsung kepada siswa yang wajib menerima.

“Jadi sudah dari tahun 2017, kartu itu mengendap, 2018 saya baru duduk dalam jabatan, tahun ini barulah kartu tersebut kami peroleh,” ucapnya.

Mairuhu mengaku, dalam waktu dekat, akan membagikannya kepada yang berhak menerima, namun pihaknya mengalami kesulitan, lantaran kebanyakan siswa telah beralih jenjang pendidikan.
“Kami tidak mengetahui lagi siswa penerima, karena sebagian besar telah berpindah tingkat pendidikannya, tetapi kami akan berupaya untuk menemukan mereka melalui sekolah asal,” bebernya.

Prinsipnya, semua siswa yang namanya tertera dalam KIP akan tetap menerimanya, dengan melakukan koordinasi bersama seluruh sekolah, dan akan kumpul pada satu titik yang mudah dijangkau, setiap kepala sekolah akan kami undang per setiap kecamatan untuk dibagikan, karena sekolah lebih tau tentang siswanya. (FM-07)