BPS Maluku Merilis Kota Ambon Mengalami Inflasi 0,21 Persen
Maret 2, 2020AMBON,FM.- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku merilis inflasi kota Ambon pada Februari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,32.
Dari sembilan puluh kota IHK kota Ambon berada pada posisi kelima dengan inflasi bulanan berada pada rangking ke 58 inflasi tahunan kalender Kota Ambon berada pada lengking 32 sementara inflasi tahun ke tahun Kota Ambon berada pada ranking 25. Demikian ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi, Jessica Pupella dalam pemaparannya dalam merilis berita resmi statistik di kantornya, Senin (02/03/2020)
Pupella menyebutkan, terdapat 10 komoditas utama yang dianggap memiliki andil terbesar terhadap inflasi di Kota Ambon pada Februari 2020 diantaranya angkutan umum sebesar 0,19 persen, bawang putih sebesar 0,18 persen, bawang merah 0,09 persen,nasi dengan lauk sebesar0,05 persen, Minyak Goreng 0,04 persen, rokok putih 0,04 persen, rokok kretek filter sebesar 0,03 persen, roti manis 0,03 persen,anggur 0,02 persen dan wortel sebesar 0,02 persen.
Tambah Pupella,perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2020 di Kota Ambon secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik pada Februari 2020, diketahui bahwa terjadi inflasi di Kota Ambon sebesar 0,21 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 106,10 pada Januari 2020 menjadi 106,32 pada Februari 2020. inflasi tahun kalender Kota Ambon tercatat sebesar 0,85 persen dan inflasi tahun ke tahun tercatat sebesar 3, 15 persen.dari 90 kota IHK, Kota Ambon berada pada posisi kelima dan ranking ke 5
Lebih jauh Pupella menyebutkan, jika dikelompokkan IHK dan inflasi di kota Ambon yang terjadi pada Februari 2020 disumbangkan oleh tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, di antaranya tertinggi pada kelompok transportasi sebesar 1,34 persen diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,89 persen, kelompok rekreasi olahraga dan budaya sebesar 0,58 persen.
Dilanjutkan dengan kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok makanan minuman dan tembakau mengalami penurunan sebesar 0,31 persen diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok pendidikan cenderung stabil pada Februari 2020. (FM-06)
