Hasil Survei KSA, Luas Panen Padi di Maluku 25,98 ribu Hektar

Maret 2, 2020 0 By admin

AMBON,FM.- Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) pola panen padi di Provinsi Maluku pada periode Januari hingga Desember tahun 2019 cukup berbeda dengan pola panen tahun 2018. jika pada tahun 2018 puncak panen padi terjadi pada bulan Januari, sementara pada tahun 2019 puncak panen terjadi pada bulan Agustus dengan total luas panen padi seluas 25,98 ribu hektar dengan luas panen tertinggi yaitu pada bulan Agustus sebesar 4,88 ribu hektar dan luas panen terendah terjadi pada November sebesar 0,18 ribu hektar.

Bila dibandingkan dengan total luas panen padi pada 2018 luas panen pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 3,075 ribu hektar atau sebesar 10,58 persen. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang statistik produksi pada BPS Provinsi Maluku Charles Gigir Anidlah saat merilis berita resmi statistik dikantornya, Senin (02/03/2020)

Dia mengakui, kota produksi padi di Provinsi Maluku pada 2019 sekitar 98, 26000 ton GKG atau mengalami penurunan sebanyak 17,97 ribu ton atau 15,46 persen dibandingkan tahun 2018. jika dibandingkan antar bulan penurunan produksi terbesar pada 2019 dibandingkan tahun 2018 terjadi pada bulan Januari yaitu sekitar 12,14 ribu ton.

Tambahnya, kenaikan produksi padi di provinsi Maluku tahun 2019 hanya terjadi di Kabupaten Seram Bagian timur.
Sementara itu, penurunan produksi padi yang cukup besar terjadi di Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah sebagai kabupaten kota penghasil padi terbanyak di Provinsi Maluku.

Tambahnya, 3 kabupaten kota dengan produksi padi tertinggi pada tahun 2018 dan 2019 adalah Kabupaten buru Kabupaten Maluku Tengah dan kabupaten Seram Bagian Timur. namun pada tahun 2019 terjadi penurunan produksi pada dua Kabupaten yaitu Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah dibandingkan dengan produksi 2018.

Akuinya, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi pada 2018 setara dengan 64, 75 ribu ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 10,01 ribu ton atau 15,46 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2018. (FM-09)