Ini Respon Komponen MBD Atas Sikap Wagub Maluku

Juni 3, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Pernyataan Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nataniel Orno pada salah satu media online terkait ungkapan isi hatinya ketika dirinya mengambil sikap diam saat covid 19 melanda negeri rempah- rempah hingga masyarakat bertanya-tanya apa yang terjadi. Kalaupun lika- liku, pahit manis dan getar-getir ini ada yang tauh dan bisa dikisahkan dalam sinetron pasti masuk nominasi terbaik. Karena mungkin sinetronnya menegangkan dari awal dan akhirnya pun ngeri-ngeri sedap.

Statemen orang nomor dua di Maluku itu membuat komponen MBD angkat bicara. Karena mereka merasa sepenanggungan dengan apa yang dirasakan mantan Bupati MBD.

Menurut Koordinator Persatuan Anak Muda ( PAM ) MBD Hervi Laimeheriwa kepada awak media, masyarakat MBD sudah iklas dan berikan kepercayaan penuh secara jasmani dan rohani kepada Pak Orno saat Pilgub, lalu. Terbukti masyarakat MBD memberikan dukungan penuh saat pemilihan. Pasalnya, ketika pemerintahan sedang berjalan dan ada dinamika, kata Hervi itu hal biasa.

” Kalau dinamika terjadi itu wajar dan biasa. Terpulang ke Pa wagub. Kalau terbawah perasaan itu yang repot. Namanya juga politik. Bisa saja ini masuk kategori hukum tabur tuai. Artinya siapa menabur baik pasti tuaipun baik. Siapa menabur bencana pasti menuai badai,” tandas kepada media ini, Rabu (03/06/2020)

Sementara, tokoh muda MBD, Fredi Moses Ulemlem mengatakan, apa yang dirasakan Wagub saat ini tergantung amal dan perbuatannya sebelum menjabat orang penting di Provinsi Maluku. Pasalnya, selama Pak Abas menjabat wakil bupati MTB hingga Bupati MBD dua periode apa yang ia lakukan akan terjawab saat menjabat wagub Maluku.

Tandas Ulemlem, dunia ini tak selebar daun kelor.” Terkait pepatah usang ini mari kita terjemakan dan memaknai masing- masing. Saya memang sangat prihatin dengan apa yang dirasakan Pak wagub saat ini tapi apalah daya tangan tak sampai. Itu mungkin sudah suratan takdir.”
Lanjut tokoh muda yang lagi melintang di dunia advokat itu, wagub Maluku harus bersikap ksatria.Persoalan kecil seperti ini jangan diperbesar- besar di media karena akan menambah masalah.

Kata dia, politisi kaliber sekelas Pak Abas pasti mampu hadapi masalah. Menurut Fredi, tipe watak orang MBD itu kuat. Tidak baperan, churat dan manja. Apalagi ini dalam dunia politik harus punya banyak ilmu taktis dan mental baja. Kalau saja jarum jam bisa diputar kembali, saya memilih suruh Pak Abas untuk tetap jaga MBD saja.
Kata dia, jika kedepan wagub punya niat untuk maju sebagi calon gubernur maka sebaiknya tidak lagi. Karena mental Pak wagub dinilai belum bisa.

Senada dengan itu, Marthinus Kerlely mengatakan, seperti kata Firman, siapa yang ditinggikan akan direndahkan. Dan siapa yang direndahkan akan ditinggikan Tuhan. Hidup ini ibarat roda, kadang diatas kadang dibawah. Jadi, jika Pak Abas merasa ibaratnya pelengkap sempurnanya sandiwara harus juga mensyukuri.
Kerlely berpesan, secara politik dari sisi kultur wagub harus mampu merangkul semua kekuatan masyarakat yang berdomisili di MBD dan sekitarnya karena akan menjadi kekuatan. Tetapi saat ini, wagub tidak mempunyai kekuatan itu lagi. Bisa saja ini yang dianggap kurang berpengaruh bagi pihak lain dalam dunia persilatan politik.

Faktor tersebut Kerlely menduga sikap wagub saat ini yang tidak netral di MBD membuat sosok mantan bupati itu dimata masyarakat MBD menjadi turun drastis. Semoga ini bukan akhir dari kisah-kasihnya pak Abas dalam dunia politik, ujar Kerlely praktisi hukum.( FM-08)