Kompetisi MI Masuk Babak Final
Agustus 15, 2020AMBON,FM,- Kompetisi Membangun Negeri (MI) Tahun 2020 kini telah masuk babak final dan menghasilkan 11 nominator terbaik karya ilmiah dari 11 Kabupaten/kota di provinsi ini, yang diseleksi ketat oleh dewan juri melalui Virtual, Sabtu (15/08/2020)
11 nominator terbaik diantaranya Christina group asal kota Ambon dengan judul karya ilmiah inovasi pengharum ruangan dengan bahan dasar rempah daam rangka peningkatan nilai tambah komoditi rempah di Maluku.
Nusaina Cerdas asal Kabupaten SBB dengan judul karya pengembangan potensi desa Nuruwe
untuk kemajuan pembangunan berkelanjutan dilanjutkan dengan Pattimura Muda asal kota Ambon, dengan karya Buah Pala sebagai investasi energi ramah lingkungan untuk wilayah kepulauan guna mewujudkan Maluku terang.
Kelompok Batlyosa asal Kabupaten Tanimbar dengan karya rencana pengembangan dan strategi pemasaran wisata Waturlely, Desa Latdalam, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Selanjutnya adalah kelompok Upu Ama Riang asal Kabupaten Maluku Tengah dengan judul karya Maldives Van mollucas sebagai upaya merekonstruksi objek wisata pantai Hunimua-Liang guna memajukan perekonomian daerah.
Lentera Group asal Kabupaten Buru Selatan dengan judul karya ilmiah menginovasi kan pemanfatan Buru Gotong (Setaria Italica (L) Beauv sebagai sumber pangan baru (inovtif gotong food)
Disusul oleh Saparua Tim asal Kabupaten Maluku Tengah dengan karya kontribusi home industri gula aren dalam peningkatan mutu kesejahteraan masyarakat.
Ditambah karya dari Anak selatan asal Kabupaten Maluku Barat Daya dengan karya local food wisdom guna optimalisasi potensi Nira Koli Kisar (Borassus Flabillifer sp) menjadi gula diet rendah glikemik sebagai pencegahan dan tata laksana diet diabetes melitus.
Ada juga karya dari kalesang gwamar asal Kabupaten Kepulauan Aru yakni membangun Aru dari aspek pendidikan.
Selanjutnya oleh Bajalang trip asal kota Ambon dengan tulisannya bajalangtrip.com sebagai aplikasi berbasis digital sektor pariwisata guna meningkatkan jumlah wisatawan di Maluku dan juga Siwalete Maatita Squed asal kabupaten Maluku Tengah dengan karya (Makariki Smart Village: pengembangan Smart Village dalam inovasi badan usaha milik desa (Bundes) untuk mewujudkan desa Mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para dewan juri yang telah melakukan prooses penjurian yang akhirnya mendapatkan hasil 11 finalis terbaik melalui presentasi singkat.
Akuinya, kompetisi MI sendiri memiliki tujuan mewujudkan partisipasi masyarakat khususnya generasi muda di Maluku, untuk terlibat dalam proses pembangunan bersama dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang profesional, kreatif, mandiri dan berprestasi sesuai misi Pemerintah Daerah Maluku.
“Saya bangga ketika melihat judul karya ilmiah dari para finalis yang beragam hampir semua sektor baik pariwisata, pertanian, perikanan, pendidikan, sosial yang meliputi pemberdayaan masyarakat dan inovasi teknologi mendapat perhatian para peserta lomba, ini bukti ada kepekaan dari generasi kita dan keterpanggilan untuk membangun Maluku yang katong cintai bersama,” akuinya.
Tambah Widya, sesuai dengan komitmennya selaku ketua Dekranasda Provinsi Maluku yang didukung oleh Pak Gubernur selaku pembina dan OPD terkait maka pemenang pada lomba karya ilmiah ini akan kita jadikan pilot project membangun negeri bersama pemerintah daerah yang akan kita implementasikan setelah kondisi pandemi covid 19 ini kondusif atau di tahun 2021.
Diharapkan, semua karya ini dapat disinergikan dengan pemerintah daerah untuk bersama membangun negeri, demi mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku yang dicintai bersama. (FM-06)
