Dua Start up Lokal Presentasi Strategi Pengembangan Bisnis Dalam Program Inkubasi Usaha

Agustus 15, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Dua star up Lokal kota Ambon yakni BaliDo dan PigiPasar berkesempatan mempresentasikan keunggulan atau pithcing dalam program Inkubasi usaha kepada Bank Indonesia dan ANGIN secara virtual. Yang disaksikan langsung oleh Dirjen PDT Kementerian Desa Tertinggal (KDT) RI, Samsul Widodo.

Dalam sesi program Inkubasi tersebut, kedua peserta telah mempersiapkan pitch deck yang menjelaskan gambaran umum dan rencana strategis pengembangan bisnis untuk siap dipaparkan kepada calon investor potensial.

Program Inkubasi Usaha ditujukan kepada PigiPasar dan BaliDoo sebagai embrio start up layanan pesan antar di Kota Ambon untuk memberikan wawasan tentang strategi bisnis, pengetahuan keuangan, pengetahuan pasar, dan pengetahuan operasional dalam membangun bisnis berbasis digital.

Program Inkubasi berlangsung selama 8 (delapan) minggu secara virtual, didampingi oleh Angel Investment Indonesia Network (ANGIN) sebagai perusahaan penyedia jaringan investasi dan pengembang ekosistem kewirausahaan.

Selama proses pengembangan, dua start up Nasional yang bergerak di sektor bisnis serupa, KlickDaily dan Kecipir mengapresiasi dan tertarik dengan potensi pengembangan BaliDoo dan PigiPasar di Kota Ambon.

Selaras dengan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama dengan Pemerintah Kota Ambon pada tanggal 29 Mei 2020 telah mencanangkan gerakan #MariKatongBalanjaOnline sebagai upaya mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 dan menggerakan roda perekonomian di Kota Ambon. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah ( KPw) Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manulang kepada wartawan di kantornya, Sabtu (15/08/2020)

Akuinya, gerakan ini merupakan penguatan sisi hilir dari ekosistem baru yang didalamnya terdapat 3 (tiga) aktivitas utama yaitu proses Akselerasi, untuk memberikan kemudahan perizinan usaha serta pendampingan dan pelatihan bagi usaha digital.

Untuk mempercepat dampak kehadiran ketiga aplikasi tersebut, Bank Indonesia mempersiapkan program Capacity Building untuk memperkuat lini bisnis usaha layanan pesan antar dalam bentuk inkubasi dan akselerasi usaha.

Kedua, proses On Boarding untuk menghubungkan pelaku pedagang besar dan kecil dapat memanfaatkan platform digital dan memfasilitasi UMKM membuat katalog digital. Terakhir, proses Optimalisasi QRIS sebagai media pembayaran yang cepat dan aman.

Kedepannya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku akan terus mendorong pengembangan ekosistem digital di Kota Ambon untuk mendorong pemulihan dampak ekonomi di masa pandemi.

Sementara tim Fasilitator juga akan dipersiapkan untuk membantu UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan dan menerima pembayaran sehingga jangkauan penjualan dapat lebih luas dan cepat.(FM-07)