Bantuan UMKM Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Noya Minta Perhatian Walikota Ambon

Bantuan UMKM Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Noya Minta Perhatian Walikota Ambon

September 23, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Bantuan khusus dari Presiden RI, Joko Widodo yang ditujukan untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dimasa pandemic Covid 19 bagi warga Benteng Atas RT 001/003 dan RT 002/003 dinilai tidak tepat sasaran.lantaran dan bantuan tersebut diberikan bukan kepada masyarakat yang notabenenya adalah pelaku usaha tetapi justru diberikan kepada mereka yang sama sekali tidak ada usaha. Atas dasar itu Lurah Nusaniwe diminta untuk dapat meninjau kembali guliran dana yang diberikan bukan pada orang yang tepat itu.

“Ada yang aneh di RT 001 dan RT 002 RW 003 Benteng Atas, dana bantuan bagi pelaku usaha diberikan oleh lurah Nusaniwe bukan bagi masyarakat yang murni memiliki usaha, entah dari mana data itu bisa masuk ke kelurahan tanpa proses peninjauan ulang,” demikian ungkap Salah satu warga masyarakat Benteng Atas ( Bentas) Ivon Noya kepada wartawan di Ambon, Rabu (24/09/2020)

Dirinya mempertanyakan nama-nama penerima yang dimiliki oleh lurah Nusaniwe karena berbanding terbalik dengan fakta dilapangan, ada dugaan pihak kelurahan menggunakan data lama beberapa tahun lalu tetapi yang mesti menjadi perhatian adalah Bantuan yang diberikan bagi pelaku usaha adalah dimasa pandemi Covid 19 khusus bagi pelaku UMKM.

“Saya menduga pihak kelurahan menggunakan data lama, tetapi harus ingat Presiden dengan jelas menyampaikan bantuan khusus ini hanyalah difokuskan kepada pelaku UMKM saja agar dapat mengembangkan usahanya meskipun ditengah pandemi, coba lihat di Benteng Atas penerima semuanya tidak memiliki usaha,” Akuinya.

Anehnya, dalam satu keluarga utuh, semuanya menerima bantuan padahal hingga detik ini keluarga tersebut sama sekali tidak memiliki usaha.

Dinas koperasi kota Ambon juga diminta untuk dapat memanggil Pihak kelurahan untuk dapat meninjau hal ini, kalaupun perlu ditarik saja dananya dan diganti dengan orang yang layak menerima.

“Jangan main kucing dalam karung, kok bisa gunakan data lama, ini data siluman,petugas di kelurahan digaji untuk ketik data baru, bukan seenaknya saja berikan asal ibu suka jangan beralasan berkat, itu bukan berkat tetapi penipuan,” bebernya.

Noya juga meminta ada perhatian khusus dari Wali kota Ambon dalam proses pengawasan agar dana- dana penanganan covid dari pemerintah pusat yang dikucurkan kepada masyarakat di kota Ambon dapat benar- benar sesuai dengan fakta dilapangan dan juga tepat sasaran. (FM-09)