BI Tambah Likiuditas Perbankan Sebesar Rp.94,03 Triliun

BI Tambah Likiuditas Perbankan Sebesar Rp.94,03 Triliun

Juni 24, 2021 0 By admin

AMBON,FM,-Tercatat hingga 15 Juni 2021 Bank Indonesia telah menambah likuiditas perbankan sebesar Rp.94,03 Triliun.

Kondisi likuiditas tetap longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Demikian ungkap Kepala Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang usai mengikuti rapat dewan gubernur Bank Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Dikatakan, Bank Indonesia juga melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sebagai bagian dari sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah untuk pendanaan APBN 2021.

Tak hanya itu, terhitung hingga 15 Juni 2021 pembelian SBN di pasar perdana tercatat sebesar Rp.116,26 triliun yang terdiri dari Rp.40,80 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp.75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).

Dengan ekspansi moneter tersebut, lanjutnya kondisi likuiditas perbankan sangat longgar, tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi, yakni 32,71% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,71 persen setiap tahun.

Likuiditas perekonomian juga meningkat, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit
(M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 12,6% (yoy) dan 8,1% (yoy) pada Mei 2021.

“Ekspansi likuiditas tersebut belum optimal mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah kecepatan perputaran uang di ekonomi (velositas) yang menurun, seiring belum kuatnya permintaan domestik,” Akuinya.

Suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang masih longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus menurun walaupun masih terbatas. Di pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan telah menurun, masing-masing sebesar 153 bps dan 207 bps sejak April 2020 menjadi 2,79% dan 3,66% pada April 2021.

Di pasar kredit, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan berlanjut, meski dengan besaran respons yang lebih terbatas, yaitu menurun sebesar 177 bps sejak April 2020 menjadi 8,87% pada April 2021.