80 Persen Siswa SMPN2 Ambon Telah Divaksin, Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan

80 Persen Siswa SMPN2 Ambon Telah Divaksin, Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan

September 17, 2021 0 By admin

AMBON FM, – Sebanyak 80 persen siswa SMPN 2 Ambon telah divaksin, dan jika dalam kurun waktu beberapa bulan kedepan covid sudah berkurang, sekolah dapat melakukan proses pembelajaran secara tatap muka. Hal ini juga sesuai dengan arahan wali kota Ambon dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi covid secara lanjut.

Kepala Sekolah SMPN 2 Ambon, Gani Suat saat diwawancarai fokusmaluku.com di ruang kerjanya kemarin menyatakan, pihaknya telah meminta persetujuan dari orang tua dengan menandatangani surat pernyataan memberi ijin agar anak dapat divaksin. Meskipun dalam faktanya masih saja terdapat orang tua yang tidak setuju anaknya divaksin.

“Rekomendasi itu kami buat tetapi tidak dalam keadaan memaksakan kebebasan itu dikembalikan kepada anak dan orang tua, ” Akui Suat

Akuinya, tatap muka yang dilakukan di sekolah juga tidak serta merta semua siswa akan hadir, pihaknya akan membagi 50 persen dari total siswa akan mengikuti belajar jam pertama dan seterusnya akan disusul juga oleh siswa lainnya dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Dengan demikian sangat diharapkan adanya dukungan penuh dari siswa yang belum divaksin agar dapat turut berpartisipasi mengikuti proses vaksinasi dan proses belajar di sekolah dapat dilakukan secara baik dan upaya bersama untuk keluar dari Covid 19 dapat dituntaskan.

“Intinya adalah anak yang sudah divaksin akan diijinkan belajar di sekolah, sementara yang tidak vaksin akan tinggal tetap di rumah, dengan demikian mereka yang di rumah tidak dapat menerima pelajaran secara baik,” tuturnya.

Dirinya menghimbau kepada para orang tua agar tidak terpengaruh dengan berita hoax yang beredar tentang vaksin, hal ini baik demi kebaikan bersama, karena tidak mungkin pemerintah membuat sesuatu yang tidak baik bagi masyarakat. apalagi tentang hidup dan mati seseorang sudah diatur oleh Tuhan yang maha Kuasa.

“Soal hidup dan mati itu adalah kewenangan Tuhan, kalau toh ada yang menolak vaksin karena takut meninggal dan lainnya ya jangan dipercaya dulu, terkadang karena termakan banyak hoax akhirnya tidak mau memberi diri untuk divaksin,” Tutupnya. (FM-07)