Capai Ketentuan Jumlah Vaksinasi, SMKN6 Ambon Akan Langsungkan Sekolah Tatap Muka

Capai Ketentuan Jumlah Vaksinasi, SMKN6 Ambon Akan Langsungkan Sekolah Tatap Muka

September 19, 2021 0 By admin

AMBON,FM,- Sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan yakni 80 persen siswa pada sebuah sekolah yang telah divaksin dan 100 persen guru yang telah mengikuti tahap 1 dan II tentu sekolah diijinkan melakukan proses pembelajaran secara tatap muka terbatas.Hal inilah yang sementara didorong oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Ambon yang berlokasi di Lateri, Kecamatan Baguala Kota Ambon- Maluku. Demikian diungkapkan kepala sekolah SMKN 6 Ambon, Edward Luturmas kepada fokusmaluku.com di ruang kerjanya kemarin.

Luturmas menjelaskan,pihaknya saat ini sangat berterima kasih kepada pemerintah karena telah turut membantu proses vaksinasi pada sekolah dimaksud tanggal 6 dan 7 September 2021 terutama Dinas Kesehatan kota Ambon dibantu oleh para siswa sekolah tersebut yang berasal dari jurusan kesehatan itu.

Hanya saja, problemnya adalah belum ada kesadaran maksimal baik dari anak maupun orangtua terhadap kesempatan vaksin ini padahal ini dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Dari total siswa SMKN 6 Ambon tercatat sudah sekitar 500 lebih siswa yang telah divaksin baik tahap I maupun II atas rekomendasi orang tua.

“Terkadang karena percaya dengan berita hoax dan berbagai informasi menyesatkan, banyak orang memilih tidak vaksin, ya itu hak asasi setiap orang.namun dalam kaitan dengan kesehatan dan keselamatan siswa, vaksin juga menjadi salah satu alternatif agar paling tidak memiliki daya tahan tubuh meskipun berbagai konsekuensi harus kita terima, ” Akui Luturmas.

Tambahnya, pihaknya akan tetap melakukan
koordinasi dengan pihak komite sekolah untuk membantu memfasilitasi dinas kesehatan Kota Ambon untuk memberikan materi dalam sosialisasi kepada orang tua.sehingga memberi arahan dan pandangan kepada orang tua agar bersedia anaknya di vaksin.

“Konsekuensi dari vaksin ada dan tidak vaksin juga ada, yakni memungkinkan melakukan segala aktivitas dengan baik, bila yang tidak vaksin kalau memang dari ketentuan kesehatan adalah kurang dari 80% belum bisa dilakukan tatap muka terbatas maka kita akan mengikuti ketentuan itu.walau demikian,masih ada pendekatan yang kita lakukan dan melakukan pertemuan dengan orang tua sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas paling sedikit ada semacam kesepakatan bersama antara pihak ke sekolah dengan orang tua apabila dikemudian hari jangan sampai saling menyalahkan dari keputusan yang ada, ” tutur Luturmas.

Lanjutnya, jika sekolah tatap muka dilakukan, pihaknya akan menerapkan pola ketentuan 50 persen dari jumlah siswa per kelas untuk menerima pelajaran dari guru dan tetap diaiplin menegakan prokes covid 19 yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Menjauhi diri dari kerumunan. (FM-09)