Menuju Pembelajaran TMT, SMAN 4 Ambon Dorong Warga Sekolah Divaksin

Menuju Pembelajaran TMT, SMAN 4 Ambon Dorong Warga Sekolah Divaksin

September 20, 2021 0 By admin

AMBON, FM,- Menuju pembelajaran Tatap Muka Terbatas (TMT) yang kemungkinan akan dilakukan jika mencapai ketentuan pemerintah, SMAN 4 Ambon terus mendorong warga sekolah baik siswa maupun pendidik dan tenaga kependidikan untuk memberi diri divaksin. Hal ini dimaksudkan agar terjamin dari sisi kesehatan.

Kepala SMAN 4 Ambon, Laurens Makatipu kepada fokusmaluku.com di ruang kerjanya, Senin 20/09/2021 menyatakan, beberapa hal telah disiapkan sekolah menuju pembelajaran Tatap Muka Terbatas (TMT) diantaranya, sarana dan prasarana guna mendukung protokol kesehatan maupun sosialisasi yang terus dilakukan kepada siswa dan orang tua.

Sesuai arahan pemerintah, sekolah wajib mendorong seluruh warga sekolah untuk divaksin karena vaksin dianggap penting sebagai prasyarat dari TTM dan juga dalam upaya mencapai healt imunitty 60 hingga 70 persen, itu sudah bagus menurut paradigma kesehatan.

Dalam SKB empat menteri menyebutkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan harus menjadi nomor satu divaksin walaupun belum tercapai secara menyeluruh.

Dari jumlah tenaga pendidik pada Sekolah dimaksud dari total 61 guru yang sudah divaksin sebanyak 51 guru hanya 10 orang yang belum divaksin dengan alasan kesehatan. “kita bersyukur sudah banyak yang vaksin dan akan tetap didorong,untuk pegawai semuanya sudah divaksin hanya tersisa 2 cleaning servis tetapi sebagian besar sudah divaksin.

Pihaknya juga telah berjasama dengan pemkot Ambon saat HUT kota, kepolisian, puskesmas, maupun yang terselenggara dengan BIN, intinya adalah sudah sekitar 58 persen siswa SMAN 4 Ambon sudah divaksin dari total 952 siswa yang ada.

“Apabila dengan alasan kesehatan tertentu kami tetap mendorong untuk berkonsultasi ke dokter tetapi jika ragu dan tak ingin divaksin kami sarankan juga untuk berkonsultasi dengan orang-orang yang sebelumnya sudah divaksin agar mempunyai keyakinan,”tuturnya

Hingga saat ini, pihaknya terus mendata ulang siswa yang belum divaksin dan akan bekerjasama dengan puskesmas Lateri dalam proses vaksinasi di sekolah. Yang pasti dari sisi persiapan TTM di masa transisi tentu siswa yang sudah divaksin akan menjadi prioritas sementara yang belum divaksin akan dilayani secara PJJ dengan melihat perkembangan kedepan sambil menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah.

Lebih jauh dijelaskan, pada masa transisi ini, proses pembelajaran nantinya akan dilakukan hanya 50 persen siswa dari total jumlah per kelas dengan asumsi protap kesehatan ‘menjaga jarak’ protokol kesehatan lainnya juga akan diperketat seperti masuk sekolah diatur, belajar sesuai jadwal tanpa istirahat dengan durasi waktu dikurangi sesuai ketentuan yang ditetapkan, usai belajar langsung pulang, dilanjutkan dengan sift berikutnya. (FM-09)