Inovasi Baru Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda “Pelita si Tani”
Oktober 25, 2022AMBON, FM, – Salah satu yang menjadi program inovasi baru Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda SP, M.Si adalah Strategis pelibatan stakeholder dalam optimalisasi pembiayaan petani ( Pelita si Tani”)
Inovasi baru ini adalah bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2022.
Sebagai nahkoda pada Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Tauda mengaku, akan terus bergerak mengajak para pihak yang terkait dengan pembiyaan petani dan asuransi tani dalam rangka meningkatan akses keuangan dan asuransi tani setelah beberapa hari yang lalu melakukan yang yang di Kabupaten Buru.
Hari ini atas dukungan dan fasilitasi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah kepada Dinas Pertanian Provinsi Maluku melaksanakan sosialisasi pembiyaan petani dan pelatihan Fasilitator Keuangan Mitra Tani bertempat di Desa Samal Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah.
Hadir dalam sosialisasi dan pelatihan KUR Pertanian antara lain Asisten perekonomian Setda Maluku Tengah yang mewakili Pj. Bupati Buru, Komandan Kodim 1502 Masohi, Pimpinan Bank BRI Cabang Masohi dan Kepala Cabang PT. Jasindo Ambon Priyo Dewantoro. Sedangkan peserta yang hadir antara lain Camat Seram Utara Timur Kobi, Kepala Desa, dan penyuluh pertanian, petani serta Gapoktan.
Pj. Bupati Maluku Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Perekonomian Setda Kabupaten Maluku Tengah, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengucapkan terima kasih kepada saudara Reformer yang telah memilih Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah sebagai locus pelaksanaan proyek perubahan.
“Bagi saya pemilihan locus ini sangat tepat, karena di wilayah ini memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas serta jumlah petaninya banyak pada berbagai komoditi”.
Pj. Bupati menambahkan melalui kesempatan yang berharga ini, saya berharap agar reformer dapat memberikan informasi sekaligus pengetahuan kepada kita semua, khususnya kepada para petani agar bisa lebih memanfaatkan peluang-peluang penting untuk pengembangan maupun kemajuan usaha pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodim 1502 Masohi sangat mendukung kegiatan pengembangan pertanian, dengan harapan dalam sosiliasi ini dapat melibatkan para babinsa sehingga dapat meningkatkan wawasan tentang KUR Pertanian dan Asuransi Tani.
Sementara itu, Dalam arahannya Reformer Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku menyampaikan terima kasih kepada Pj Bupati Maluku Tengah yang telah memfasilitasi implementasi proyek perubahan PELITA Si Tani yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran stakeholders melalui kolaborasi untuk meingkatkan akses keuangan petani. Kegiatan hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada stakeholders di tingkat kecamatan, para penyuluh pertanian, petani, gapoktan dan tokoh masyarakat.
Sebagaimana diketahui penyerapan KUR pertanian di Maluku yang saat ini baru mencapai 148 milyar rupiah atau 16% dari target pemerintah 900 milyar rupiah sedangkan Asuransi Usaha Tani Padi padi (AUTP) seluas 2.500 hektar dimana hingga saat ini belum terealisasi pada hal pemerintah menyiapkan subsidi 80% dari total premi asuransi sehingga petani hanya membayar 36.000 per hektar per musim tanam.
Pada kesempatan ini juga dibentuk Fasilitator Keuangan Mitra Tani (FKMT) sebagai inovasi dari reformer Dr. Ilham Tauda, SP. M.Si peserta PKN II Angkatan XXV tahun 2025. FKMT akan memfasilitasi dan mendampingi petani atau kelompok tani yang akan mengakses modal usaha melalui KUR Pertanian dan akses AUTP, sehingga diharapkan melalui inovasi ini akan meningkatkan penyerapan KUR pertanian dan asuransi tani di Provinsi Maluku.
Kepala Cabang PT. Jasindo mengharapkan melalui sosialisasi ini akan meningkatkan pemahaman petani dan penyuluh dalam memanfaatkan Auransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Demikian juga, perwakilan Bank BRI Cabang Masohi dalam paparannya menjelaskan bahwa KUR Pertanian disiapkan untuk mendukung usaha budi daya pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
Realisasi KUR Pertanian di Kabupaten Maluku Tengah mencapai 38 milyar rupiah merupakan capaian tertinggi ke dua setelah Kabupaten Buru yang mencapai 39 milyar rupiah. Dengan melihat potensi pertanian yang besar di Kabupaten Maluku Tengah maka akan sangat terbuka peluang bagi petani untuk dapat mengakses pembiyaan KUR pertanian dan asuransi tani semakin lebih baik. (Eda L)
