Pasca Kebakaran Hunuth, Masyarakat Teriak “Tolong” ke Wakil Rakyat

Pasca Kebakaran Hunuth, Masyarakat Teriak “Tolong” ke Wakil Rakyat

Agustus 20, 2025 0 By admin

AMBON,fokusmaluku.com- Pasca kebakaran 17 rumah masyarakat di desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon- kota Ambon, warga masyarakat teriak minta “Tolong” kepada para wakil rakyat.

Permohonan ini disampaikan langsung sejumlah masyarakat dua RT 001 dan 002 desa Hunuth saat ditemui langsung oleh empat anggota DPRD kota Ambon yakni: Christianto Laturiuw, Femry Tuwanakota, Aldi Sarimanella dan Willem Pieter Mairuhu di rumah kediaman C Soumokil/Rikumahu, Rabu (20/08/2025) malam.

Meskipun dalam kesibukan yang begitu padat, namun keempat anggota dewan ini menyempatkan waktu untuk datang dan menemui langsung masyarakat Hunuth.

Dalam keprihatinan juga, keempat anggota dewan ini mendengarkan satu per satu curhatan dan jeritan hati dari sejumlah warga masyarakat.bahkan tak tahan mendengar isi hati warga masyarakat, keempat anggota DPRD inipun nyaris menangis bersama warga.

Dalam cerita pendek bersama masyarakat setempat, Pier Kappuw menyatakan, terima kasih kepada keempat anggota DPRD yang secara ikhlas dan rela turun langsung menemui masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada bapak berempat, karena mau hadir langsung bertemu dengan kami disini,”tuturnya.

Kappuw berpendapat, DPRD sebagai wakil rakyat dapat membantu mengawal seluruh proses hukum yang sedang berlangsung sekaligus meminta jaminan keamanan bagi masyarakat.

“Kami minta tolong dari bapak-bapak yang terhormat ini, agar dalam koordinasi bersama aparat kepolisian, ada jaminan keamanan yang diberikan kepada kami, karena kejadian seperti ini sudah sering terjadi, tetapi kemarin yang sangat menyakitkan, tolong bantu kami dalam jaminan keamanan, soal makan dan minum, itu urusan kami,” akui Kappuw.

Sementara itu Ketua RT setempat, Mon Rikumahu menyatakan, warga Hunuth adalah korban, tolong pemerintah harus berpihak kepada kami di Hunuth dan harus ada penegakan hukum yang benar-benar serius, karena kami menginginkan hidup aman dan nyaman di negeri sendiri. Karena itu haruslah ditanggapi dengan cepat.

Senada dengan itu, Ketua RW, Ivone Kappuw juga memiliki harapan yang sama, yakni keamanan harus tetap terjalin di desa Hunuth ini, dan biarlah kondisi ini untuk yang terakhir kalinya, jangan lagi terulang.

“Beberapa persoalan yang terjadi, selalu Hunuth yang menjadi sasaran, terlebih dari masalah anak muda yang terbawa sampai kepada orang tua, kami hanya meminta agar masalah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah kota Ambon, para pelaku harus dicari, ditangkap, dan diproses hukum sesuai aturan dan mendapat hukuman yang setimpal ,” jelas Kappuw.

Menjawab itu, Christianto Laturiuw menjelaskan, dalam kesadaran sebagai wakil rakyat, kita tau kita harus hadir disini, ini inisiatif kami berempat.

Dari seluruh percakapan dan suara hati, kami dapat menangkap bahwa keinginan mereka adalah soal keamanan.

Terkait dengan langkah -langkah yang akan diambil, DPRD akan tetap mendorong agar posko pengamanan yang rencananya akan dibangun, dapat secepatnya direalisasikan.

Tetapi yang manjadi keinginan warga adalah bukan semata-mata pada posko, melainkan terhitung sejak hari ini juga harus ada rasa aman bagi warga masyarakat, sebelum adanya posko militer.

Kami berharap ada respon cepat dari Pemkot kepada masyarakat di desa Hunuth ini.

Femry Tuwanakota berharap adanya tindak lanjut proses penegakan hukum harus tetap berjalan.

Terkait dengan perilaku siswa SMKN. 3 kita butuh perhatian serius dari dari pemerintah provinsi Maluku karena mereka memiliki kewenangan terkait itu.

Ditempat yang sama, Aldy Sarimanella menyebutkan , Hunuth butuh penanganan serius, itu harus dan wajib, mengingat ini bukan kejadian pertama melainkan sudah berulang kali, dan kali ini yang sangat parah, Pemerintah harus serius mempercepat pos TNI agar ada antisipasi kejadian yang lebih besar lagi.

Senada dengan itu, William, Pieter Mairuhu menyatakan belajar dari kondisi yang terjadi, komisi 1 DPRD kota Ambon akan memanggil pihak Kapolresta untuk berkoordinasi, agar ada rasa nyaman dan aman bagi masyarakat.

Sebagai anggota komisi 1 DPRD kota Ambon yang memiliki mitra kerja dibidang hukum dan lainnya, pihaknya akan mengundang pihak TNI/POLRI untuk menyelesaikan hal ini.

Bagaimana, sepanjang belum ada posko yang didirikan juga,tetap harus ada jaminan rasa aman kepada masyarakat.

“Sepanjang posko belum ada pun harus tetap ada personil keamanan yang berjaga, biar ada rasa aman bagi masyarakat.

Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut juga, ada sejumlah kebutuhan yang disampaikan kepada kami, akan tetap kami perhatikan hal itu.
Sejumlah kebutuhan tersebut diantaranya: Matras atau tempat tidur, pempers untuk bayi, pakaian dalam untuk orang dewasa, perlengkapan sekolah, dan selimut. (Eda L)