Disdik Ambon Gelar Pengembangan Karier Pendidik dan Tenaga Kependidikan
November 19, 2025AMBON,fokusmaluku.com- Dinas pendidikan kota Ambon menggelar kegiatan Pengembangan Karier Pendidik dan Tenaga Kependidikan non formal Kesetaraan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di kota Ambon, yang diikuti oleh 90 peserta, pada salah satu hotel di kota Ambon, Rabu 19 -21 November 2025
Kegiatan ini dilakukan dengan sorotan tema “Kebijakan dan penguatan pembelajaran mendalam kota Ambon tahun 2025. Menyasar pendidik non formal /kesetaraan dengan fokus pada penguatan Kompetensi dalam implementasi pembelajaran mendalam.
Tujuan memberikan pemahaman kepada pendidik mengenai konsep pembelajaran mendalam meningkatkan kompetensi pendidik dalam menerapkan kurikulum terbaru serta menguatkan kapasitas pengajaran di satuan pendidikan.
Pengembangan karier ini dilakukan guna memberikan pemahaman tentang konsep pemahaman mendalam, kurikulum terbaru meningkatkan Kualitas di satuan pendidikan.
Kegiatan ini diarahkan pada penyampaian materi inti, praktik dan visitasi lembaga.
Kepala Dinas Pendidikan kota Ambon, Ferdinand Tasso dalam sambutannya menyebutkan, penyelenggaraan kegiatan di hari ini dalam rangka merespon kebijakan pembelajaran mendalam.
Dikatakan, pembelajaran mendalam menjadi penting karena hasil penelitian PISA termasuk pelajaran Indonesia menunjukkan bahwa tingkat literasi numerasi anak-anak Indonesia masih rendah.
Disebutkan, dirinya mendorong kedepan kualitas pendidikan Kota di Ambon meningkat termasuk para siswa di PKBM maupun di SKB.Sehingga mereka minimal sama dengan di pendidikan formal atau melebihi pendidikan formal.
“Yang paling penting adalah bagaimana peningkatan sistem pembelajaran yang diawali dengan benar-benar satuan pendidikan atau guru, memahami apa yang menjadi kebutuhan belajar dari siswa dan apa yang menjadi akar persoalan utama, itu yang harus di intervensi ,” ucapnya.
Diharapkan, dengan upaya melalui kebijakan pembelajaran mendalam oleh kementerian benar-benar kita mendalami apa yang menjadi personal utama dan mendalami kebutuhan baik dari siswa juga lingkungan pembelajaran,” bebernya.
Mesti diketahui, pemerintah saja tidak cukup untuk membenahi kualitas mutu pendidikan, butuh kolaborasi tetapi butuh dukungan intervensi dari stakeholder sebagai ekosistem pendidikan untuk sama-sama membenahi sistem pendidikan di Ambon maupun Indonesia. (Eda L)


