Bahan Ajar Tentang Literasi Keuangan dan Replikasinya Akan Dikembangkan ke Kabupaten

Bahan Ajar Tentang Literasi Keuangan dan Replikasinya Akan Dikembangkan ke Kabupaten

September 5, 2026 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com- OJK Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon juga mengembangkan Modul Ajar Literasi Keuangan untuk jenjang SMP. Modul tersebut disusun sebagai panduan bagi guru dalam menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan dan pengenalan produk serta layanan jasa keuangan kepada siswa.

Modul itu dikembangkan bersama guru mata pelajaran IPS di Kota Ambon. OJK Maluku berharap modul tersebut dapat menjadi pionir dan selanjutnya direplikasi untuk digunakan di kabupaten dan kota lainnya di Maluku.

“Kami berharap modul literasi keuangan ini tidak hanya digunakan di Kota Ambon, tetapi bisa direplikasi dan digunakan oleh dinas pendidikan di kota maupun kabupaten lainnya,” kata Haramain.

Untuk mewujudkan hal tersebut, OJK Maluku mulai menyiapkan langkah-langkah memperluas penggunaan modul ke sejumlah wilayah di Maluku. Replikasi akan diarahkan terlebih dahulu ke beberapa kabupaten sebelum diperluas ke wilayah kepulauan lainnya.

Menurut Haramain, perluasan program tersebut penting mengingat kondisi geografis Maluku yang terdiri atas banyak pulau. Karena itu, edukasi keuangan perlu dilakukan dengan pendekatan yang dapat menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

OJK berharap dinas pendidikan, sekolah, guru, serta lembaga jasa keuangan di setiap kabupaten dan kota dapat terlibat aktif dalam proses pengembangan dan penerapan modul literasi keuangan tersebut.

Haramain menegaskan, pengenalan literasi keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang. Pelajar diharapkan tidak hanya mengenal produk keuangan seperti tabungan, tetapi juga mampu mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami risiko dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.

Melalui program rekening pelajar dan modul literasi keuangan, OJK Maluku ingin membangun ekosistem literasi keuangan yang dimulai dari lingkungan sekolah dan selanjutnya berkembang ke keluarga hingga masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

OJK Maluku akan melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala untuk memastikan program pembukaan rekening pelajar dan pengembangan modul literasi keuangan berjalan efektif serta memberikan manfaat bagi generasi muda di Maluku.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar melalui program pembukaan rekening tabungan serta pengembangan modul ajar literasi keuangan.

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan perkembangan pembukaan rekening pelajar akan terus dipantau dan diperbarui setiap bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan target sebanyak 5.000 rekening pelajar dapat tercapai hingga akhir 2026.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan meng-update datanya setiap bulan. Harapannya target 5.000 rekening bisa terpenuhi sampai akhir tahun,” ujar Haramain kepada media ini di Ambon, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, jumlah rekening pelajar diperkirakan akan terus meningkat seiring dimulainya tahun ajaran baru dan bertambahnya siswa baru di jenjang SMP maupun SMA.

Momentum penerimaan peserta didik baru dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan layanan perbankan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

Untuk mendukung program tersebut, OJK Maluku terus berkoordinasi dengan lembaga jasa keuangan agar pelajar memperoleh akses terhadap produk tabungan yang sesuai, mudah digunakan, serta dapat menunjang kebiasaan mengelola keuangan secara bijak.

Haramain menegaskan, program rekening pelajar tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah rekening. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

Haramain menegaskan, pengenalan literasi keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang. Pelajar diharapkan tidak hanya mengenal produk keuangan seperti tabungan, tetapi juga mampu mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami risiko dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.

Melalui program rekening pelajar dan modul literasi keuangan, OJK Maluku ingin membangun ekosistem literasi keuangan yang dimulai dari lingkungan sekolah dan selanjutnya berkembang ke keluarga hingga masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

OJK Maluku akan melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala untuk memastikan program pembukaan rekening pelajar dan pengembangan modul literasi keuangan berjalan efektif serta memberikan manfaat bagi generasi muda di Maluku. (Eda.L)