Billady: Hati -Hati Teknologi Digital Berpotensi Jadi Sasaran Penipuan Keuangan
September 5, 2026AMBON, fokusmaluku.com- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Haramain Billady, menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan diberikan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kebiasaan mengelola uang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan di era digital.
Hal itu disampaikan Haramain kepada wartawan di Ambon dalam rangka menyambut acara puncak Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digelar bersama CIMB Niaga, Kamis (27/8/2026).
Menurut Haramain, perkembangan teknologi digital membuat anak-anak juga berpotensi menjadi sasaran penipuan keuangan, termasuk melalui permainan atau game yang mereka gunakan.
“Kita pahami banyak sekali penipuan-penipuan keuangan. Mungkin tidak hanya orang dewasa saja yang kena, tetapi anak-anak melalui game dan sebagainya,” kata Haramain.
Ia menjelaskan, edukasi sejak dini diperlukan agar anak-anak mampu mengenali berbagai potensi penipuan serta memahami cara menggunakan dan mengelola uang secara bijak.
Karena itu, OJK mendorong agar pendidikan literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar disampaikan dengan metode yang menyenangkan dan sesuai dengan tingkat usia mereka. Materi tidak harus diberikan dalam bentuk pembelajaran yang berat, tetapi dapat dilakukan melalui permainan dan aktivitas interaktif.
“Untuk level sekolah dasar tentu kita tidak bisa secara materi, tetapi yang kita lakukan adalah melalui permainan, melalui game, sehingga kegiatan edukasi itu bisa benar-benar masuk ke mereka,” ujarnya.
Haramain juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Ambon. Menurutnya, dukungan sekolah sangat penting agar edukasi keuangan dapat diterapkan secara berkelanjutan kepada para siswa.
“Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang berlangsung di Ambon,” ujarnya.
Selain mengajarkan pengelolaan uang, Haramain mengajak para siswa membangun kebiasaan menabung sejak dini. Ia menyarankan agar sebagian uang jajan disisihkan secara rutin, baik setiap minggu maupun setiap bulan.
“Jangan lupa rutin untuk menabung. Mungkin bisa seminggu sekali atau sebulan sekali, dikumpulkan dari uang jajannya,” katanya.
Ia berharap kebiasaan menabung tersebut tidak berhenti setelah kegiatan Bulan Literasi Keuangan berakhir. Menurutnya, tujuan utama edukasi adalah membentuk kebiasaan finansial yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini tidak hanya sekali saja, habis itu nanti adik-adik lupa. Saya harap nanti adik-adik semua jangan lupa rutin untuk menabung,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, CIMB Niaga turut memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih rajin menabung. Sebagai bentuk apresiasi, disiapkan hadiah tambahan saldo sebesar Rp500.000 bagi 10 siswa yang paling rutin menabung hingga akhir tahun.
Haramain mendorong para siswa memanfaatkan program tersebut sebagai motivasi untuk membangun kebiasaan menabung. Ia menegaskan bahwa menabung bukan berarti anak-anak tidak boleh menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan atau membeli barang yang mereka sukai.
“Boleh sedikit-sedikit tabungan itu dipakai buat beli mainan, tidak apa-apa. Yang penting habis beli mainan, tetap menabung. Ada yang disisihkan,” kata Haramain.
Menurutnya, hal terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, melainkan konsistensi dalam menyisihkan sebagian uang yang dimiliki.
Melalui kegiatan literasi keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan, OJK Maluku berharap anak-anak tidak hanya memahami manfaat menabung, tetapi juga mampu mengelola uang, mengenali risiko penipuan digital, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak di masa mendatang. (**)


