Smart City, Solusi Perbaiki Pemerintahan

Oktober 15, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Smart City adalah konsep nyata untuk memperbaiki birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang baik.

Smart city merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik guna menciptakan efisiensi dan efektivitas pelayanan, baik pelayanan publik kepada masyarakat maupun pelayanan internal aparatur sipil negara.

Ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan persandian kota Ambon, Joy Adriansz dalam laporannya saat sosialisasi dan penandatanganan komitmen bersama mewujudkan smart city, di Manise Hotel Ambon, Selasa (15/10/2019)

Dijelaskan, dengan upaya kerja keras disertai komitmen kepala daerah yang responsif terhadap perkembangan teknologi, maka di tahun 2019 Kota Ambon berhasil masuk dalam daftar 100 kota smart city.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktorat aplikasi informatika Kementerian Kominfo dengan pemerintah kota Ambon yang telah dilaksanakan Mei lalu.

Hasil dari kesepakatan mengharuskan setiap OPD dan lembaga non pemerintah lainnya untuk saling bersinergi .

Lanjutnya, dari bimtek pertama hingga keempat menghasilkan buku masterplan pertama dan penjelasan teori kebijakan kelembagaan dan tata kelola smart city, analisa smart city dan kesenjangan antara pemerintah kota Ambon, perumusan program percepatan sebagai suatu inisiatif kegiatan yang menggambarkan percepatan pelaksanaan smart city Kota Ambon.

Implementasi program smart city Kota Ambon yang dibimbing oleh akademisi atau pakar smart city dari Institut Teknologi Bandung dan Kementerian Komunikasi dan Informasi itu nantinya juga akan dievaluasi secara berkala paling lambat 2 tahun sekali.

Sementara itu, Walikota Ambon dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Kota Ambon AG.Latuheru menyebutkan, upaya mewujudkan Ambon smart city tidak hanya menjadi tupoksi dinas kominfo, berbicara smart city adalah berbagai aspek seperti: smart governance, smart branding, smart economy, smart society, dan smart envoronment.

“Kontribusi aktif Dari stakeholder maupun instansi terkait sangatlah penting dalam memperkuat pengakuan Ambon sebagai Kota cerdas oleh karena itu di dalam SK dewan smart city bukan hanya pimpinan-pimpinan tetapi juga unsur-unsur dari lembaga atau instansi terkait baik BUMN dan BUMD akademisi swasta non lembaga kemasyarakatan, yang nantinya akan menjadi unsur penting dalam membangun kota Ambon menjadi lebih baik” ucapnya.

Akuinya, pelaksanaan bimtek sebanyak 4 kali merupakan bentuk komitmen menghasilkan dokumen masterplan smart city Kota Ambon yang sesuai dengan harapan bersama.

Kota Ambon sudah ditetapkan menjadi kota cerdas atau smart city, tentu cara kita melayani masyarakat yang sudah harus smart. masyarakat merasa terlayani dengan baik dan merasa puas, pemerintahpun harus semangat dalam bekerja, baik itu dari segi prosedur, mekanisme produk yang dihasilkan maupun tindakan nyata yang diterapkan. (FM-05)