Sektor Ekonomi Konsumtif Picu Lambatnya Pertumbuhan Kredit Triwulan II

Agustus 4, 2018 0 By admin

AMBON,FM.- Sektor ekomomi komsumtif menjadi pemicu tumbuhnya kredit triwulan II Tahun 2018 yang secara data per bulan terlihat pada pergerakan penyaluran sektor bukan lapangan usaha lainnya dari sebesar 461,62 Miliar atau 15, 71 persen, jika dibandingkan dengan triwulan I tercatat pertumbuhan kredit sebesar 14, 28 persen.

Demikian diungkapkan kepada OJK Maluku, Bambang Hermanto kepada wartawan saat Media update OJK, yang digelar di Pasific hotel Ambon, Jumat.

Dikatakan, pada sektor Rumah tangga untuk pemilikan peralatan Rumah Tangga lainnya dari sebesar 445,93 Miliar atau 13, 81 persen menjadi sebesar 370, 47 Miliar atau 11, 10 persen dan sektor
sektor Rumah Tangga-Untuk Pemilikan Kendaraan Bermotor dari sebesar Rp2648 Miliar atau (60,99 persen) menjadi sebesar Rp21,90 Miliar atau (42,23 persen).

Dengan demikian tambah Hermanto, penyaluran kredit triwulan 2018 tersebut dipandang masih menggembirakan dan menunjukkan perbankan di Maluku mampu melaksanakan fungsi intermediasinya dengan baik, karena beberapa sektor ekonomi produktif menunjukkan akselerasi pertumbuhan yaitu pada sektor
Penyediaan Akomodasi dan Penyedian Makan Minum sebesar Rp.6855 Miliar atau (47,53 persen) menjadi sebesar Rp.72.38 Miliar (48,18 persen), sektor perikanan dan sebesar Rp.13,43 Miliar (20,70 persen) menjadi
sebesar Rp.1534 Miliar {2291) dan sektor konstruksi dan minus Rp.10,51 Miliar (-4,45 persen) menjadi sebesar Rp.38, 52 Miliar atau 15, 12 persen.

Walau demikian OJK memproyeksikan Kinerja Perbankan di Provinsi Maluku akan tetap meningkat dikarenakan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit masih terbuka lebar, ditandai dengan
Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 83,87 persen pada triwulan II tahun 2018.

Lanjut Hermanto, kredit konsumtif masih menjadi prioritas dalam penyaluran kredit per sektor masih didominasi pada sektor rumah tangga kredit konsumtif sebesar (69,19 persen) dan sektor Perdagangan Besar dan Eceran (20,26 persen) dan sektor konstruksi (2,50 persen) dari total kredit. (FM-09)