Assagaff : Kongres KebudayaanTingkatkan Solidaritas Ke-Malukuan
November 6, 2018AMBON,FM.- Kongres Kebudayaan Maluku III dan The 6Th International Maluku Research Conference yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Aru, tepatnya di Aula Sitakena- kota Dobo menjadi momen untuk meningkatkan Solidaritas Kemalukuan Dalam Perspektif Jar Dabagul. Sejalan dengan tema pelaksanannya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Ketua Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku (LKDM) Prof Dr Tonny Parihela. Guru Besar Universitas Pattimura Prof Dr Watloly, Para Peneliti dari Maluku dan juga dari Belanda, Australia, Perancis, Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga, Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, Anggota DPRD Kabupaten Kepualauan Aru, Sekda SBB, Mansyur Tuharea, Sekda Kabupaten Kepulauan Aru Mohamad Jumpa, para Pimpinan TNI /POLRI, Pimpinan FKPD, Pimpinan SKPD, serta para peserta Kongres Budaya III Maluku di kota Dobo.
Gubernur Maluku, Said Assgaff dalam sambutannya yabg dibacakan oleh wagub Maluku, Zeth Sahuburua menyatakan, Kongres Kebudayaan Maluku (KKM) yang telah terselenggara di kota Mutiara Dobo memiliki arti yang sangat signifikan utamanya dalam kerangka mencari , menemukan, dan memformulasikan strategi adaptasi yang tepat. Untuk mengakomodasi dinamika interaksi kebudayaan lintas perbedaaan guna mendukung tugas _ Tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Provinsi Maluku.
“Kongres merupakan agenda penting yang dilaksanaka dalam setiap 2 Tahun. KKM di fasilitasi oleh Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku (LKDM) yang bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kota terpilih hasil keputusan bersama diantara para peserta Kongres sebelumnya,” ucapnya
Menimbang pentingnya substansi KKM bagi pemeliharan dan pengembangan kebudayaan Maluku, termasuk di dalamnya identitas ke Malukuan yang selama ini menjadi obsesi kita bersama dan indentitas Jar-Dabagul sebagai substansi penting daru tema KKM yang terselenggara di kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.
sebagai wilayah kepulauan, kata Dia, Maluku didiami berbagai suku bangsa dan sub suku bangsa yang miliki kebudayaan relatif berbeda beda. Sebagaimana Indonesia Maluku pun dihuni oleh kelompok kelompok masyarakat yang berlatar belakang multikultural sehingga seringkali menjadi tantangan tersendiri terutama bagi pemerintah daerah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas relasi sosia lintas perbedaan Kebudayaan.
Dengan semangat inilah memandang perlu untuk mengajak para pemikir, Kaum intelektual dan stakholder lainnya agar bersama dengan LKDM mengorkestra pengembangan Kebudayaan Maluku.
Akhir dari seminar tersebut menghasilkan rekomendasi diantaranya: merumuskan AD/RT LKDM, menetapkan tanggal 6 November sebagai hari jadi LKDM, dan untuk tahun 2020 kabupaten Seram bagian Barat sebagai tuan Rumah Kongres Kebudayaan Maluku ke IV.
Untuk diketahui,dalam Kongres ke III di kota Dobo tidak dihadiri oleh Pemda SBT, Maluku Tengah, Pemda Kota Ambon, Pemda Buru, Buru Selatan , Pemda Kota Tual, Maluku Tenggara dan MBD. yang hadiri hanya Pemda kepulauan Aru sebagai tuan Rumah, Pemda SBB dan Pemda MTB. ( DEDI)
sagaff : Kongres Kebudayaan Tingkatkan Solidaritas KeMalukuan
AMBON,FM.- Kongrea Kebudayaan MALUKU III. dan The 6 TH INTERNASIONAL MALUKU RESEARCH CONFERENCE yang dilaksanakandi Kabupaten Kepulauan Aru, tepatnya di Aula Sitakena- Dobo menjadi momen untuk meningkatkan Solidaritas Kemalukuan Dalam Perspektif Jar Dabagul. Sejalan dengan tema pelaksanannya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku, Dr Z Sahuburua, Ketua Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku (LKDM) Prof Dr Tonny Parihela. Guru Besar Universitas Pattimura Prof Dr Watloly, Para Peneliti dari Maluku dan juga dari Belanda, Australia, Perancis, Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga, Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, Anggota DPRD Kabupaten Kepualauan Aru, Sekda SBB, Mansyur Tuharea, Sekda Kabupaten Kepulauan Aru Mohamad Jumpa, para Pimpinan TNI /POLRI, Pimpinan FKPD, Pimpinan SKPD, serta para peserta Kongres Budaya III Maluku di kota Dobo.
Gubernur Maluku, Said Assgaff dalam sambutannya yabg dibacakan oleh wagub Maluku, Zeth Sahuburua menyatakan, Kongres Kebudayaan Maluku (KKM) yang telah terselenggara di kota Mutiara Dobo memiliki arti yang sangat signifikan utamanya dalam kerangka mencari , menemukan, dan memformulasikan strategi adaptasi yang tepat. Untuk mengakomodasi dinamika interaksi kebudayaan lintas perbedaaan guna mendukung tugas _ Tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Provinsi Maluku.
“Kongres merupakan agenda penting yang dilaksanaka dalam setiap 2 Tahun. KKM di fasilitasi oleh Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku (LKDM) yang bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kota terpilih hasil keputusan bersama diantara para peserta Kongres sebelumnya,” ucapnya
Menimbang pentingnya substansi KKM bagi pemeliharan dan pengembangan kebudayaan Maluku, termasuk di dalamnya identitas ke Malukuan yang selama ini menjadi obsesi kita bersama dan indentitas Jar-Dabagul sebagai substansi penting daru tema KKM yang terselenggara di kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.
sebagai wilayah kepulauan, kata Dia, Maluku didiami berbagai suku bangsa dan sub suku bangsa yang miliki kebudayaan relatif berbeda beda. Sebagaimana Indonesia Maluku pun dihuni oleh kelompok kelompok masyarakat yang berlatar belakang multikultural sehingga seringkali menjadi tantangan tersendiri terutama bagi pemerintah daerah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas relasi sosia lintas perbedaan Kebudayaan.
Dengan semangat inilah memandang perlu untuk mengajak para pemikir, Kaum intelektual dan stakholder lainnya agar bersama dengan LKDM mengorkestra pengembangan Kebudayaan Maluku.
Akhir dari seminar tersebut menghasilkan rekomendasi diantaranya: merumuskan AD/RT LKDM, menetapkan tanggal 6 November sebagai hari jadi LKDM, dan untuk tahun 2020 kabupaten Seram bagian Barat sebagai tuan Rumah Kongres Kebudayaan Maluku ke IV.
Untuk diketahui,dalam Kongres ke III di kota Dobo tidak dihadiri oleh Pemda SBT, Maluku Tengah, Pemda Kota Ambon, Pemda Buru, Buru Selatan , Pemda Kota Tual, Maluku Tenggara dan MBD. yang hadiri hanya Pemda kepulauan Aru sebagai tuan Rumah, Pemda SBB dan Pemda MTB. ( DEDI)
