Caleg Nasdem, Jhony Mainake Bantah Putus Aliran Air Warga Kampong Goga

Caleg Nasdem, Jhony Mainake Bantah Putus Aliran Air Warga Kampong Goga

April 24, 2019 0 By admin

AMBON, FM,- Caleg Incumbent asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Daerah pemilihan Nusaniwe, Jhony Mainake membantah melakukan proses pemutusan aliran air bagi warga di kampung Goga, Batu Gantung-Kecamatan Nusaniwe, bahkan membantah menyuruh warga minum lumpur dan kencing, akibat gagal jadi wakil rakyat.
Pernyataan ini ditegaskan langsung Mainake saat melakukan konfrensi pers bersama sejumlah awak media di Ambon, Rabu (24/04/2019)

Mainake menyatakan, dirinya tidak pernah melakukan intimidasi dan pemaksaan kepada masyarakat dalam hal apapaun termasuk harus memilih dirinya. apalagi dengan cara-cara yang tidak elegan. dalam klarifikasi tersebut juga pengurus air juga turut hadir,ada tokoh masyarakat yang juga hadir, sekaligus mengklarifikasi berita itu dan kenyataannya tidak seperti
itu. apalagi pada daerah pemilihan tersebut juga, dirinya meraih jumlah suara yang lebih banyak bila dibandingkan dengan pertarungan sebelumnya.

“Dalam pertarungan sebelumnya tahun 2014 saya dapat 33 suara, tahun ini saya dapat 81 suara, berarti ada peningkatan,
bagaimana mungkin saya emosi dan melakukan hal seperti itu kepada masyarakat, tidak dapat suara juga saya tetap menerima, ini hanya ketidakdewasaan kita hanya dalam berpolitik, sehingga yang ditampilakan hanyalah emosional,” akui Mainake.

Dia menyatakan, persoalan ini lebih banyak dopolitisir, bahkan sebelum Pileg juga upaya menjatuhkan dirinya banyak
dimainkan di media sosial (Medsos). bahkan dengan mudah masyarakat mencaci maki dan mengeluarkan perkataan yang tidak senonoh.

Lebih jauh Mainake menyatakan, memasuki Pileg banyak cara yang dilakukan oleh lawan untuk saling menjatuhkan, tak dapat dipungkiri dalam kehidupan bermasyarakat hal itu juga kerap dilakukan. namun secara pribadi dan keluarga saya merasa tidak nyaman, apalagi sebagai pejabat publik, saya merasa seakan ada penghakiman tanpa pembuktian dan dibiarkan ruang publik itu terbuka.

Atas hal itu, dirinya secara resmi telah membuat laporan polisi, dan membutuhkan data tambahan berupa seluruh percakapan medsos dan ditambahkan dalam laporan dimaksud dengan tuntutan pencemaran nama baik,sambil menunggu dinamika yang mungkin saja terjadi.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Ambon, Mourits Tamaela menyatakan, pihaknya merasa terusik dan dirugikan dan ada upaya untuk menjatihkan kader Nasdem, Partai Nasdem merasa ada pihak baik eksternal maupun internal yang sengaja memainkan hal ini.

bahkan belum ada satupun yang mampu membuktikan , siapa pelaku yang menjastifikasi atau memberikan pernyataan tidak boleh menggunakan air, atau putus air, itu masih bersifat timsus, bukan perkataan yang keluar langsung dari mulut kader kami Jhony Mainake. pihaknya menduga, kemungkinan ada emosiomal tim dengan komitmen yang sebelumnya yang tidak senang dengan kader Nasdem Jhony Mainake, sehingga membuat bahasa plintiran yang dibesar-besarkan,
seakan-akan kader kami melakukan tindakan itu.

Prinsipnya, Nasdem tidak mentolelir,itu menyangkut nama baik partai dan kami tetap akan melindungi kader kami, karena yang kami tau, kader kami tidak melakukan hal demikian. Nasdem bahkan memberikan ruang kepada Jhony Mainake untuk menempuh jalur yang dianggap real dalam memuaskan dirinya.

“Laporan polisi telah disampaikan langsung kepada pihak yang berwajib yakni pencemaran nama baik, bahkan dapat menjurus pada UU IT, sekali lagi kami nyatakan kader kami tidak melakukan hal murahan seperti itu, apalagi sebagaio anggota DPRD,” Tegasnya.

Walau demikian, pihaknya juga memberikan ruang kepada pihak yang melakukan tuduhan itu dapat memberikan klarifikasi. bahkan meminta maaf secara damai, silahkan tetapi jika tidak tentu harus diproses sesuai aturan yang berlaku, agar ada efek jerah. (FM-08)