Kepengurusan SAKA POM Maluku Dilantik
Desember 14, 2019AMBON,FM.- Pimpinan dan pengurus
Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (SAKA-POM) dilantik oleh Sekretaris Kwartir Daerah Maluku, Joseph Banea, di bumi perkemahan Lorihua, Pusdiklatda Kakehang Kwarda Maluku, Desa Suli, Kecamatan Salahutu-Kabupaten Maluku Tengah Sabtu (14/12/2019)
Pelantikan juga dihadiri oleh 240 anggota perwakilan pada setiap gugus depan (Gudep) Pramuka di seluruh Maluku.
Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda Maluku), Josep Banea dalam sambutannya menjelaskan, SAKA POM dibentuk dengan tujuan sebagai wadah kegiatan khusus dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan, satuan karya Pramuka pengawas Obat dan Makanan yang merupakan sarana dan wahana dalam memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan.
SAKA POM juga dianggap sebagai wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka penegak dan pandega yang diharapkan menjadi agen perubahan serta menjadi pelopor kesehatan pemanfaatan dan pengawasan terhadap distribusi penggunaan obat dan makanan, yang dimulai dari diri sendiri keluarga maupun masyarakat.
Dikatakan, salah satu modal pembangunan nasional adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. dalam arti secara fisik mental dan sosial serta produktif.
Guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tersebut tentunya dibutuhkan upaya upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus-menerus salah satunya adalah melalui kegiatan pramuka khususnya SAKA POM
Akuinya, dalam memantapkan operasionalisasi pelaksanaan SAKA, perlu adanya dukungan dari sisi organisasi baik majelis pembimbing maupun pimpinan saka POM daerah Maluku.
Lanjutnya, penguatan organisasi juga perlu ditunjang oleh sumber daya manusia anggota dewasa yakni personil pengurus yang berkualitas amanah dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan pengukuhan dan pelantikan pengurus majelis pembimbing dan pimpinan SAKA POM tingkat daerah Maluku masa bakti 2019-2024
Diharapkan pelantikan ini dapat bekerjasama bekerja keras dan bekerja cerdas sesuai dengan tanggung jawab yang diemban mencapai tujuan yang dicapai bersama.
Sementara itu, Kepala Badan POM di Ambon yang juga Ketua SAKA Pom Maluku, Hariani juga menyatakan, SAKA POM adalah salah satu cara pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BPOM RI bekerja sama dengan cabang Pramuka di seluruh Indonesia termasuk di Maluku.
Mereka yang terlibat di SAKA POM, nantinya akan dilatih dengan syarat kecakapan khusus hanya untuk Krida yakni, Krida Pengujian sederhana, pemantauan bahan makanan dengan melihat ijinnya dan labelnya.
“Intinya harus dimulai dari diri sendiri, setelah itu baru ditularkan kepada orang lain maupun komunitas lingkungan.
Sasaran SAKA POM adalah kepada anak muda pelajar, usia 16 hingga 25 tahun, proses pembelajaran awalnya harus dimulai dengan proses pendaftaran dan memilih salah satu minat kecakapan khusus.
Prinsipnya BPOM di Ambon akan tetap melakukan pelatihan selama enam bulan, yang mana setiap Minggu akan ada modul belajar setelah tiga bulan berproses akan dilanjutkan dengan ujian secara bertahap.
“Modulnya akan dilaunching dibaca setelah itu akan ada diskusi selama enam puluh menit, bisa memberikan masukan dan bertanya, proses itulah cara kita membimbing adik-adik SAKA POM,” Demikian Hariani. (FM-04)
