BI Maluku Gagas Pengembangan QR User
Maret 10, 2020AMBON,FM.- Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Maluku sementara menggagas pengembangan model QR user yang dapat discan oleh merchant. Artinya, kita yang memiliki Barkot dan di scan oleh pedagang.demikian ungkap Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Maluku, Noviarsano Manullang di kantornya, Senin (09/03/2020)
Tahap implementasi QRIS saat ini adalah seluruh merchant di dalam negeri sudah menggunakan QR dengan standar QRIS.
Tahap kedua transaksi QRIS akan menyasar wisatawan yang berkunjung ke Indonesia khususnya dari negara-negara ASEAN, Tiongkok, India, Korea Selatan dan Jepang.
Sementara Tahap ketiga implementasi QRIS diharapkan dapat digunakan oleh WNI di luar negeri dengan menggunakan standar QR yang berlaku di negara tujuan dengan target awal ASEAN.
Ada tiga tahapan dalam upaya implementasi penggunaan Qris di Indonesia, artinya seluruh warga negara Indonesia harus menggunakan keris yang telah berstandar.
“Ke depan nantinya semua transaksi akan menggunakan QR code demi kemudahan dalam bertransaksi, selama ini memang banyak masyarakat yang masih bingung tentang penggunaan Qris, Qris semacam barcode atau kode batang, dipikirnya sama dengan ovo Link, go-pay, gojek melainkan Kris mampu menyatukan semua transaksi baik go-pay ovo, go-jek maupun yang lainnya,” singkatnya.
Tambahnya, berkaitan dengan perkenalan penggunaan keris kepada masyarakat di Kota Ambon pihak bank Indonesia provinsi Maluku sendiri terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melakukan Pekan Qris, yang secara masif di seluruh Indonesia melakukan hal yang sama.
Sejumlah rangkaian sosialisasi dilakukan di kantor pemerintahan, kepada pedagang,yang dipusatkan di mall MCM dan kepada masyarakat yang diikuti oleh sejumlah perwakilan baik mahasiswa, pihak ketiga dan juga melalui media publik. (FM-04)
