Penghargaan Kepala BKKBN Pusat Kepada Bayi di RS Sumber Hidup

Penghargaan Kepala BKKBN Pusat Kepada Bayi di RS Sumber Hidup

Juli 1, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo memberikan piagam penghargaan kepada bayi yang lahir tepat pada puncak perayaan Harganas ke 27 tahun 2020 pada tanggal 29 Juni kemari.yang pasca persalinan langsung menggunakan alat kontrasepsi. Proses penyerahan diberikan langsung oleh kepala BKKBN Provinsi Maluku, tepatnya di Rumah Sakit Sumber Hidup, Rabu (01/07/2020)

Selain sertifikat, BKKBN juga memberikan bantuan sembako kepada keluarga bayi tersebut dan juga sertifikat kepada Rumah Sakit Sumber Hidup sebagai fasilitator kesehatan pelayanan KB pasca persalinan pada kegiatan pelayanan KB sejuta akseptor di Indonesia.

Penghargaan yang diberikan adalah kepada 3 ibu yang melahirkan tepat pada Harganas yang beralamat di Hatiwe Besar,Poka dan Tawiri diantaranya, KB pasca persalinan, KB Suntik dan KB Implan. Demikian ungkap Kepala BKKBN Provinsi Maluku, Renta Rego kepada fokusmaluku.com, Rabu (01/07/2020)

Menurut Rego, penyerahan sertifikat kepada ibu dan bayi adalah ide dari Kepala BKKBN Pusat dan sudah menjadi kebiasaan disetiap perayaannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DPPKB) Kota Ambon, Welly Patty juga menyebutkan, semua anak yang lahir sejak pukul 00- 11.00 Wit pagi tertanggal 29 Juni tetap diberikan piagam, hal ini juga sejalan dengan program sejuta Akseptor bagi setiap daerah.

Kota Ambon awalnya hanya mendapatkan kuota 830 akseptor dari Provinsi tetapi kebutuhannya justru melebihi karena itu ditingkatkan lagi menjadi 933 aseptor artinya kota Ambon melampaui target yang ditetapkan oleh BKKBN Pusat. Bahkan yang lebih luar biasa lagi adalah dari program tersebut mengantarkan Indonesia masuk rekor muri sebagai pengguna akseptor terbanyak dan telah diberikan penghargaan resmi.

“Dalam mendukung kegiatan sejuta aseptor dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat kita diberikan target oleh provinsi 830 akseptor tetapi kita mendapatkan 933 akseptor, artinya kita sudah melampaui kuota yang ditetapkan, kita bersyukur Indonesia memecahkan rekor muri sebagai pengguna alat kontrasepsi terbanyak karena melampaui target yang ditentukan,” tutupnya. (FM-08)