Aksi Damai Mahasiswa GMNI di MBD

Aksi Damai Mahasiswa GMNI di MBD

Oktober 27, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Cabang Maluku Barat Daya (MBD) melakukan aksi damai tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai bentuk catatan historis yang tak akan dilupakan dalam perjalanan bangsa yang mana pemuda sebagai tulang punggung pembangunan bangsa terus memainkan peran aktif dalam mengisi kemerdekaan. Aksi damai ini koordinir oleh
Sauel Unmehopa di depan kantor Bupati MBD dan Polres MBD.

Berdasarkan itulah, sebagai generasi penerus bangsa kami tidak akan tinggal diam melanjutkan semangat persatuan dan kesatuan pemuda.

pada saat ini sangatlah penting sebagai pemuda wajib memperingati momentum hari sumpah pemuda dimaksud.

“Kami pemuda-pemudi yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Barat Daya telah melakukan kajian terkait dengan beberapa isu yang sangat penting berkaitan dengan persoalan hukum, ketertiban dan keamanan, politik, pendidikan, perhubungan,” akuinya.

Diantaranya adalah tempat hiburan malam Karaoke Kampung Kolam (K3) yang berdekatan dengan lingkungan kampus PSDKU sangat mengganggu kenyamanan, keamanan dan ketertiban masyarakat. Tak hanya itu maraknya perjudian di Maluku Barat Daya baik itu judi togel/online, judi ayam, judi kartu.

Hal ini tentu bisa merubah pola pikir masyarakat untuk tetap mengantungkan hidup pada perjudian yang bisa saja memicu kejahatan, merusak moralitas generasi muda bangsa di Maluku Barat Daya.

Pemerintah Daerah Maluku Barat Daya harus hadir dalam melihat persoalan mahasiswa sebagai generasi emas. Mimpi kita bersama adalah mencetak sumber daya manusia yang handal dan siap bersaing dalam segala bidang. Maka semestinya Pemda dalam hal ini Dinas Perhubungan jangan menutup mata terkait tarif angkutan umum khusus mahasiswa mestinya di klasifikasi antara pelajar mahasiswa dan masyarakat.

Melalui momentum peringatan sumpah pemuda ini, kami DPC GMNI Maluku Barat Daya datang dan menyampaikan beberapa tuntutan yakni,
Mendesak Polres Maluku Barat Daya untuk segera menertibkan tempat hiburan
malam/karoke kampung kolam dan juga setiap tempat hiburan malam yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bahkan mendesak Polres Maluku Barat Daya untuk tegas memberantas semua pelaku
permainan judi di Maluku Barat Daya, menindak dengan tegas setiap orang yang
memiliki akun facebook yang memfitnah, mencaci maki, mengadu domba, dan
menebar berita bohong (hoax) dan
Polres juga harus tetap menjaga netralitas dalam momentum Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya untuk segera mengevaluasi kembali surat izin usaha perdagangan dan merelokasi tempat hiburan malam/ karoke kampung kolam dan setiap tempat hiburan malam lainnya yang
mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk meninjau kembali
tarif angkutan umum (mobil angkot) khususnya tarif untuk mahasiswa untuk segera
diturunkan angka tarifnya.

Mahasiswa juga mendesak Pemerintah Daerah Maluku Kabupaten Barat Daya untuk tetap menjaga nertalitas Aparatur Sipil Negara dalam momentum politik pemilihan Kepala Daerah
Kabupaten Maluku Barat Daya dan terakhir adalah meminta agar pemerintah daerah tidak menutup mata terkait persoalan Blok Masela.

PJs Bupati MBD, Melky Lohy mengakui akan melakukan rapat terkait tuntutan tersebut dan dalam waktu dua hari akan memanggil mahasiswa untuk menyampaikan hasilnya sementara itu Kapolres MBD berjanji akan menindaklanjuti tuntutan GMNI. (FM-04)