Pemkot Gandeng PT.Abrasa Hentarkan Sekolah di Ambon Raih Sertifikat ISO 9001

Pemkot Gandeng PT.Abrasa Hentarkan Sekolah di Ambon Raih Sertifikat ISO 9001

November 5, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Pemerintah kota Ambon melalui Dinas Pendidikan bekerjasama dengan PT Ale rasa Beta Rasa (Abrasa) melangsungkan sosialisasi dan pendidikan menajemen mutu bagi satuan pendidikan dalam rangka memperoleh pengakuan dari badan standarisasi internasional atau Internasional Standaritation Organitation  (ISO 9001 menajemen mutu.

Sosialisasi ini melibatkan 10 sekolah tingkat SD dan SMP di kota Ambon yang dijadikan pilot project diantaranya, SMPN 6, SMPN 4, SMPN 14 Ambon SMP Lentera dan SMP Kalam Kudus.

Sementara tingkat SD diantaranya, SDN 11 Ambon, SD Xaverius A1, SD Latihan 1 SPG, SD Kalam Kudus dan SD Lentera Ambon
yang berlangsung di Manise Hotel Ambon, Rabu (04/11/2020)

ISO adalah salah satu badan standardisasi nasional yang dibentuk untuk mengukur mutu sebuah organisasi. Artinya, setiap lembaga yang ingin bersaing secara global dapat diukur kredibilitasnya dengan standar ISO.

Kepala dinas Pendidikan kota Ambon, Fahmy Sallatalohy dalam arahannya menyatakan, sosialisasi ini diperuntukkan bagi sekolah dalam mempersiapkan menajemen mutu pendidikan, selama ini sekolah di Ambon belum terbiasa dengan kualitas berstandar ISO. Oleh karena itu, terus didorong oleh wali kota Ambon melalui dinas untuk memilih 10 sekolah yang dianggap memiliki mutu yang baik dipersiapkan khusus terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

” Sudah dua kali pertemuan yang dilaksanakan kita lihat guru-guru begitu antusias hanya  menunggu hari hanya akan di lakukan assessment,baik tentang perangkat pembelajaran maupun  strategi yang digunakan sehingga pada saat penetapannya nanti sekolah dan diakui secara standar nasional melalui ISO,”

Dari 10 sekolah ini akan dijadikan piloting namun tidak menutup kemungkinan bagi sekolah lain yang ingin berusaha memperoleh sertifikat yang sama.

“Prinsipnya kita di Dinas Pendidikan Kota Ambon tetap bersyukur dan mendorong sekolah baik SD SMP di Kota Ambon untuk mendapatkan sertifikat ini. .

Ditempat yang sama, Jopie Wattimury Technical Director PT Abrasa menyatakan, kepentingan generasi emas 2030-2045 untuk memberdayakan SDM sebagai pengajar untuk mendidik generasi emas kedepan hadapi 2030 Indonesia jaya dan 2045 untuk Indonesia Adidaya.

Kegiatan ini dimulai dari kota Ambon karena merupakan barometer dan pintu gerbang provinsi Maluku.

Menurutnya, Sekolah mendapatkan sertifikat internasional artinya sekolah dan guru bekerja akan terprogram secara baik, sirkulasi kerja juga berjalan baik dan SOPnya berjalan secara keteraturan, kedisiplinan semakin ditinggikan, anak didik semakin diperhatikan sehingga kedepan akan menjadi sekolah unggulan bahkan papan nama sekolah akan diganti.

Sepuluh sekolah ini nantinya akan menjadi motor penggerak bagi sekolah lainnya di kota Ambon, diharapakan dengan adanya sosialisasi kompetensi, sekolah telah meningkatkan daya saing dalam teknologi informaai apalagi anak didik harus diajar menguasai teknologi informasi sebagai kerangka dasar.

Menajemen mutu artinya sekolah dan guru memiliki kualitas lebih, kerja terprosedur baik dalam sarana dan prasarana  dirinya mencontohkan toilet sudah harus baik, lingkungan sekolah juga akan semakin ditata intinya adalah sekolah unggulan membungkus dirinya dengan kualitas dan mutu.

Senada dengan itu, Director PT Abrasa, Jeane Chirstina Gaspersz menjelaskan, dalam sertifikat ISO haruslah sama, sekolah tidak boleh melenceng dari persyaratan yang telah ditetapkan dalam ISO.

Menurut Gaspersz,  dari pelatihan yang sudah dilakukan dua kali telah menunjukan peningakatan yang baik, beberapa penerapan di sekolah juga sudah dilakukan hanya saja ada istilah- istilah atau bahasa baku di ISO yang belum dipahami tetapi dari simulasi yang dilakukan semuanya sudah oke hanya tinggal 20 persen sekolah dan guru mengimplementasikannya.

“Sekarang tinggal Dinas pendidikan harus menganggarkan akan mereka dapat mengikuti tahapan ISO mulai dari analisis, konsultasi, penerapan, sosialisasi implementasi hingga diaudit oleh ISO sendiri,” bebernya.

Sertifikat ini akan dapat diterima tergantung dari setiap sekolah ada yang sebulan, enam bulan paling cepat tiga Minggu dengan intensitas bertemu setiap hari.

Gaspersz optimis mutu pendidikan di kota Ambon tidak boleh kalah saing dengan daerah lain di pulau Jawa, ISO artinya sama, mereka bisa kita juga pasti bisa, apalagi orang Ambon itu pintar-pintar, respon mereka luar biasa.saya yakin sepuluh sekolah ini sudah mumpuni untuk mendapatkan sertifikat ISO. (FM-07)