Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Destinasi Pariwisata di kota Ambon
Januari 15, 2021AMBON,FM,- Pemerintah kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan duduk bersama seluruh pengelola wisata di kota Ambon melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi pariwisata, yang digelar pada salah satu hotel di kota Ambon, Jumat (15/01/2021)
Kegiatan ini menghadirkan, Puluhan pemilik tempat wisata yang tersebar di kota Ambon dengan sejumlah pemateri dintaranya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), Lucia Izaak, Perwakilan dari Dinas Kesehatan kota Ambon, dr.Rudy Umarella, dan akademisi dari Politeknik Negeri Ambon, Gilbert Alfin Rumalatu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Ambon, Rico Hayat menjelaskan, kegiatan pemberdayaan berkaitan dengan dan hibah dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Kemenparekraf) yakni bantuan 70 persen kepada pelaku restoran dan hotel dalam meningkatkan pariwisata dan mencegah usaha pariwisata agar tidak gulung tikar apalagi disaat pandemic covid seperti ini
Sisanya adalah dengan membuat program pemberdayaan masyarakat melalui kapasitas building berupa pelatihan kepada pemilik tempat wisata dalam mendukung protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (cleanliness, health, safety, environment ( CHSE)
Menurutnya, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada pemilik tempat wisata terutama dengan meningkatkan perilaku CHSE pada setiap lokasi wisata.
“Salah satu pemberdayaan yang sangat disasarkan adalah setiap lokasi wisata yang mana pemilik wisata juga harus sadar sebagai pemilik objek wisata harus tau juga cara menjaga lingkungan sekitar, bagaimana mengelola sampah,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon, Wendy Pelupessy dalam materinya yang dibawakan oleh dr.Rudy Umarella menyatakan, pentingnya menerapkan protokol kesehatan yakni 4 M menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari diri dari kerumunan pada setiap lokasi wisata.
Agar tidak mudah terjangkit virus atau mencegah cluster baru pada tempat wisata setiap Pengunjung, pekerja maupun pengelola harus melakukan pola hidup sehat secara pribadi agar dapat mencegah terjadinya penularan.
“Yang terpenting adalah menjaga kesehatan secara pribadi dengan tekun menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas tubuh, lakukan dengan wajib protokol kesehatan yakni 4 M memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindar dari kerumunan, prinsipnya adalah pemilik tempat wisata memiliki peranan penting dalam pengelolan destinasi wisata yang dimilikinya,”jelasnya.(FM-06)


