Simak Sejumlah  Fakta Tentang Perpustakaan Berkontribusi Meningkatkan Pendidikan

Simak Sejumlah Fakta Tentang Perpustakaan Berkontribusi Meningkatkan Pendidikan

April 27, 2021 0 By admin

AMBON,FM,- Wali kota Ambon , Richard Louhenapessy memberikan sejumlah fakta tentang penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan agar dapat merubah cara berpikir tentang kehadiran sebuah perpustakaan dalam konteks pengelolaan dan penyelenggaraan yang sesuai dengan standar nasional.

Fakta tersebut diantaranya, salah satu profesor dari Harvard University di America serikat yang melakukan penelitian terhadap anak-anak di Jakarta yang berusia 15 tahun ternyata anak- anak di Jakarta tertinggal 128 tahun dibandingkan dengan anak di negara maju, Artinya butuh 128 tahun agar dapat sejajar dengan anak-anak negara maju dalam sistem pendidikan.
jika anak-anak di Jakarta sebagai Ibu kota negara yang menjadi barometer bagi Indonesia masih rendah dari aspek kualitas pendidikannya,bagaimana dengan di kota Ambon.

Fakta kedua, Hasil uji kompetensi guru (UKG) menunjukan kompetensi guru di Indonesia dibawah rata-rata, sebut saja data tahun 2015, rata-rata nasional hasil UKG Indonesia bidang kedaprodik dan keprofesional adalah 53,02 dari standar yang diharapkan yakni 70, lantas membuktikan kualitas guru dalam mengajarpun masih rendah.

Fakta Ketiga, mesti disadari bahwa saat ini kita berada pada industri 4.0 yang berarti berada pada era pertarungan ide, gagasan dan teori yang lebih baru serta mampu menjawab kebutuhan kekinian.

“Pertarungan ide, gagasan dan teori hanya dapat dimenangkan bila kita banyak membaca, dengan membaca kita dapat mengetahui tentang ketidaktahuan kita sendiri, dengan membaca kita mendapatkan kecerdikan dalam berpikir, memiliki rasionalitas yang tinggi, terarah dan berujung pada tumbuhnya inovasi dan kreatifitas untuk menciptakan hal-hal baru,” tuturnya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Sekretariat kota Ambon, Rulien Purmiasa saat membuka kegiatan Bimtek Akreditasi perpustakaan sekolah di Ambon, senin kemarin.

Menyikapi itu, tentu nampak jelas bahwa perpustakaan memiliki kontribusi besar, karena perpustakaan sejatinya adalah institusi pengelola koleksi, karya tulis, karya cetak atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi dan rekreasi bagi pemustaka.

“Perpustakaan adalah sarana atau alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, perpustakaan merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah dan merupakan salah satu pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan,” Akuinya.

Di kota Ambon, Lanjutnya, terdapat 202 SD/MI dan 50 SMP/MTs dari jumlah tersebut ada yang memiliki ruangan khusus untuk perpustakaan ada yang tidak memiliki ruangan. tidak cukup mempunyai perpustakaan saja, tetapi harus dipastikan apakah pengelolaan dan penyelenggaraannya berdasarkan standar nasional perpustakaan ataukah belum. Oleh karena itu, melalui Bimtek akreditasi perpustakaan sekolah, setiap Kepala Sekolah dapat mengukur sendiri seperti apa perpustakaan yang ada pada setiap sekolah dan selanjutnya perpustakaan dapat mengajukan permohonan untuk diakreditasi dengan tetap mengingat bahwa layanan kita tetap mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) sudahkah pengelolaan dan penyelenggaraan perpustakaan sekolah dilakukan sesuai dengan yang diinginkan sehingga menarik untuk dikunjungi.

“Tanpa perpustakaan apa yang kita miliki, kita tidak memiliki masa lalu dan tidak ada masa depan,” demikian akui orang nomor satu di kota Ambon ini. (FM-07)