Budidaya Perikanan Siloam Lateri, Diapresiasi DKP Maluku
September 28, 2021AMBON, FM, – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) provinsi Maluku yang selama ini sangat mendukung program pengembangan perikanan budidaya, hal ini dibuktikan dengan, bantuan keramba jaring apung pokdakan Siloam Lateri, Kecamatan Baguala Kota Ambon-Maluku, Senin (27/09/2021)
Saat membacakan sambutan tertulis Kepala DKP Maluku, Kepala Bidang Budidaya pada instansi dimaksud, Roy Iwamony menjelaskan, bantuan yang diberikan BI Maluku adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya memberikan bantuan yang sama kepada kelompok pembudidaya di daerah Maluku Tengah.
Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan , merupakan salah satu sektor yang menopang ketahanan pangan di indonesia khususnya di maluku dengan memiliki laut yang luas maka dapat dikembangkan kegiatan perikanan budidaya untuk mendukung peningkatan swasembada
Ikan.
Dikatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini memiliki tagline KKP Rebound yang bertujuan untuk mewujudkan KKP 2021-2024 berkinerja lebih baik dengan mengedepankan keberlanjutan yang diwujudkan melalui tiga program prioritas antara lain, peningkatan penerimaan negara bukan pajak dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.
Kedua, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung reset kelautan dan perikanan.
Ketiga, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar payau dan laut berbasis kearifan lokal.
“Ini menunjukkan bahwa pengembangan perikanan budidaya saat ini mendapat prioritas dalam pembangunan kelautan dan perikanan guna mendukung program prioritas tersebut perlu penyiapan SDM dan pemberdayaan masyarakat khususnya pemberi daya ikan,” Ucapnya.
Tambahnya, bantuan hibah, sarana prasarana budidaya kepada kelompok pembudidayaan ikan merupakan stimulus sebagai kelompok guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidupnya melalui peningkatan produksi budidaya oleh karena itu, setiap kelompok pembudidaya yang mendapat bantuan diharapkan dapat memanfaatkannya dengan baik dan tumbuh menjadi kelompok pembudidaya ikan yang mandiri dan berkelanjutan. (FM-09)


