Ini Tiga Objek Sasaran Penanganan Stunting di Maluku

Ini Tiga Objek Sasaran Penanganan Stunting di Maluku

September 29, 2021 0 By admin

AMBON FM, -Ini tiga objek sasaran penanganan stunting di Provinsi Maluku diantaranya,balita, Ibu hamil, remaja atau pasangan usia subur. Berbagai upaya dan langkah dilakukan agar terhindar dari stunting.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Di Provinsi Maluku, BKKBN terus berupaya berkoordinasi secara umum bersama seluruh Kabupaten/kota yang ada dan stake holder lainnya agar dapat bekerja secara continue memberikan data sekaligus memberikan pendampingan. Sehingga dengan kerjasama yang terintegrasi secara baik angka stunting di Maluku dapat ditekan.

Kepala BKKBN Perwakilan Maluku, Sarles Brabar kepada fokusmaluku.com, kemarin menjelaskan, BKKBN sudah diamanatkan untuk segera melakukan aksi namun BKKBN tidak dapat berjalan sendiri butuh pihak lain dalam penanganannya.

“Jadi sasaran Pasangan Usia subur,Ibu hamil, balita dan remaja Jadi kita akan optimalkan untuk semua hal hal yang lebih tepat untuk kena sasaran, “ungkap Brabar.

Dijelaskan, bagi gadis remaja akan dipersiapkan untuk nantinya berkeluarga tentu harus dipersiapkan sedini mungkin dengan pengetahuan yang baik agar saat memasuki jenjang keluarga sudah memiliki bekal dan pengetahuan yang matang.

“Program pendekatan kami lakukan agar dapat memperkuat cara berpikir setiap orang dalam mempersiapkan remaja kita membentuk keluarga yang sehat, kuat dan ketika memiliki turunan tidak akan mengalami stunting.

Sementara pasangan usia subur kita persiapkan melalui proses pendampingan, bagi pasangan yang hamil ada asupan gizi yang baik terutama pada usia 1000 hari kelahiran pertama kehidupan atau 270 hari, 40 minggu 9 bulan asupan nutrisi dan lainnya akan terus dioptimalkan agar mereka mendapatkan asupan yang baik.

“BKKBN bukan hanya memberikan material tetapi juga turut memberikan edukasi agar mempersiapkan anak mudah yang sehat, ibu yang sehat dan keluarga yang sehat tanpa stunting, ” Akui Brabar.

lanjut Brabar, penyuluhan, sosialisasi dan pendampingan menjadi landasan edukasi yang kuat, itulah yang nantinya akan menjadi modal terbesar kita dalam memerangi stunting.

Keinginan terbesar Brabar penanganan stunting tidak hanya sebagai kerja momentum saja tetapi kerja rutin.sehingga di Kabupaten juga harus optimalisasi sasaran.


“Balita yang sehat, ibu hamil yang sehat, remaja dan pasangan usia subur yang sehat adalah mereka yang melahirkan generasi tanpa stunting, ” Tutup Brabar. (FM-08)