BPOM di Ambon Lakukan MonEv Terpadu Prioritas Nasional GKPD, PJAS

BPOM di Ambon Lakukan MonEv Terpadu Prioritas Nasional GKPD, PJAS

November 30, 2021 0 By admin

AMBON, FM, – Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) di Ambon menggelar program monitoring dan evaluasi ( MonEv) terpadu prioritas nasional program gerakan keamanan pangan desa dan pangan jajanan anak usia sekolah ( PJAS) pasar pangan aman berbasis komunitas di kota Ambon, yang digelar pada salah satu hotel di kota Ambon, Selasa (30/11/2021)

Kegiatan MonEv ini juga menghadirkan para kepala sekolah tingkat SD,Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon, Wendy Pelupessy yang juga sebagai pemateri, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pembangunan Manusia dan Sosial pada Bappeda Litbang Kota Ambon, Alfian Lewenussa, para pemenang lomba keamanan pangan desa tahun 2021 yakni Desa Waimital, Ihamahu dan Boyauw.

Kepada fokusmaluku.com di Ambon, Kepala BPOM di Ambon, Hermanto menyatakan, Badan POM memberikan inisiasi keamanan pangan pada seluruh kabupaten kota di Maluku. Artinya memberikan percontohan baik percontohan sekolah yang pangan aman,pasar yang pangan aman dan desa yang yang aman pangan. Sehingga nantinya apabila sudah di inisiasi nantinya akan direplikasi oleh pemerintah Kabupaten Kota kalau sudah direplikasi ke daerah-daerah lain baik sekolah Desa dan pasar maka kita berharap seluruhnya akan menjadi lokus pangan aman di Maluku.

Dijelaskan, BPOM di Ambon pada prinsipnya akan terus melaksanakan monitoring keamanan pangan jajanan anak sekolah dengan melakukan pengawasan rutin dengan cara mengambil sampel yang ada di kantin sekolah maupun pedagang di sekitar sekolah dan melakukan test kit ditempat ataupun sampel dibawa ke kantor untuk diperiksa pada Lab.

Menurutnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan BPOM Ambon pada sekolah yang dilakukan intervensi ternyata tidak ditemukan adanya penggunaan bahan berbahaya pada berupa rhodamin, Boras,ataupun formalin. Akan tetapi, ada beberapa produk yang masih belum memenuhi persyaratan yakni mikroba yang dapat memicu terjadi penyakit di daerah lambung sebagai akibat dari higenis sanitasi yang kurang baik.

karena itu perlu dilakukan intervensi oleh Balai POM ataupun dinas terkait untuk bersama-sama menanggulangi hal ini agar ke depan tidak terjadi masalah.

“Meskipun tidak ada temuan dalam penggunaan bahan berbahaya pada jajanan anak sekolah maupun di pasar tetapi
Ini harus jadi warning, jangan berbangga hati, karena monitoring dan pengawasan ekstra akan tetap dilakukan.karena sudah sering kita laksanakan pengawasan tentu terjadi penurunan.walau demikian tetap diupayakan pengawasan agar tidak ada celah bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk memasukan bahan berbahaya,” Tutup Hermanto. (FM-08)