Kesbangpol kota Ambon Buat Pemetaan Daerah Rawan konflik

Kesbangpol kota Ambon Buat Pemetaan Daerah Rawan konflik

Juli 31, 2022 0 By admin

AMBON, FM, – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) kota Ambon melakukan pemetaan terhadap daerah rawan konflik atau gangguan kamtibmas baik tawuran, horizontal, vertikal.

“Kita sudah mendeteksi sejak ajal dengan melakukan pemetaan dan terjun secara langsung pada lokasi-lokasi dimaksud, ” Demikian ungkap Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan konflik pada Kesbangpol kota Ambon, Ch. V.Tuasuun ,SSTP, M.Si kepada fokus Maluku. com di ruang kerjanya, Jumat 29/07/2022)

Tuasuun mengatakan, Kesbangpol juga telah melakukan pola pendekatan bersama masyarakat pada dua titik rawan yakni di daerah Pohon Mangga-Aer Salobar, Kecamatan Nusaniwe, kota Ambon dan juga di kawasan Tanah Lapang Kecil ( Talake).

Dalama kesempatan tersebut, seluruh stake holder yang ada di kelurahan/ desa kita duduk bersama baik tokoh agama, tokoh mastarakat tokoh pemuda.

Dari hal tersebut kita lahirkan rekomendasi dari kesbangpol kepada pemerintah kota Ambon agar ada langkah- langkah yang diambil guna meminimalisir konflik yang terjadi, sekaligus juga mengakomodir kepentingan masyarakat yang selama ini tidak terjangkau oleh pemerintah kota Ambon.

Tambahnya, di kota Ambon dari total 50 desa/negeri ada yang dianggap rawan meskipun tidak semua, hampir 32 titik yang dianggap rawan dan belum semua titik ini dijangkau oleh Kesbangpol lantaran keterbatasan tenaga.

“Belum semua titik kita jangkau, karena kita kekurangan tenaga dan Kesbangpol kota Ambon juga baru terbentuk tahun 2021 untuk peningkatan status dari bagian menjadi badan. Walau demikian kita akan terus membenahi, walaupun belum semua, akan tetap diupayakan kedepannya agar dapat kondisikan semua masuk dalam rancangan kerja, “ujarnya.

Kesbangpol kota Ambon, Lanjut Tuasuun selama ini tidak bekerja sendiri ada dukungan dari stake holder terkait, Forkopimda maupun masyarakat dengan selalu mengedepankan sinergitas dan kolaborasi.

Meskipun tidak semua terfokus di konflik tetapi ada banyak permasalahan yang terjadi di kota Ambon dan soal konflik pihaknya tetap intens lakukan komunikasi dan koordinasi dengan mitra terkait. Dengan demikian dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat di kota Ambon untuk tetap mengkampanyekan damai meskipun hidup dalam keberagamaan tetapi rasa cinta, saling menghormati dan menghargai harus tetap dipupuk agar kota ini aman dan tentram. (FM-08)