Ketua DPRD Maluku Imbau Masyarakat Tual Jaga Terus Perdamaian
Februari 4, 2023AMBON,FM,- Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G.Watubun mengajak masyarakat Kota Tual dan Maluku Tenggara untuk terus menjaga perdamaian dengan tidak ikut- ikutan dan mudah terpancing dengan isu- isu sesat dari pihak yang tidak bertanggungnawab. Sehingga dapat memecah belah hubungan persaudaraan antar sesama pada daerah dimaksud. Hal ini diungkapkan Satupun menyikapi situasi ketegangan yang dirasakan masyarakat, pasca bentrok antara kelompok Banda Eli dan kelompok pemuda Yarlear, di Kota Tual, Selasa (31/01/2023).
Akibat dari peristiwa ini, aktifitas masyarakat kian terbatas, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sembako hingga pada pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, bensin dan pertalite untuk kenderaan bermotor terasa mulai sulit sejak adanya aksi anarkis itu.
Telah tercipta ini banyak tokoh-tokoh Malra turut prihatin dengan kondisi yang ditimbulkan, tak jarang banyak pesan- pesan damai dikumandangkan.
Dirinya mengaku sedih dan prihatin karena konflik-konflik komunal yang terjadi disana telah menggeserkan nilai-nilai kemanusiaan hidup orang basudara.
“Manusia sebagai makhluk Tuhan yang sangat mulia dan memiliki hak untuk mencapai kebahagian, maka diperlukan situasi aman, damai dan tentram. Saya mengajak masyarkat untuk menghentikan kekerasan dan pertikaian dan menempuh jalan damai,”akui Watubun, kepada media ini, Jumat, (3/02/2023)
Menurutnya, guna menyelesaikan bibit-bibit konflik ditengah masyarakat, aparat keamanan pada tataran pembinaan masyarakat harus lebih proaktif melakukan pembinaan di setiap Ohoi (desa) disamping upaya memberikan kesadaran hukum kepada masyarakat. Kegiatan “Kesadaran Hukum” perlu dilaksanakan ditengah masyarakat.
Watubun menyarankan supaya pemerintah Kota Tual harus bergerak cepat melakukan negosiasi dalam penyelesain konflik sosial di masyarakat, sehingga interaksi sosial antara pihak-pihak yang terlibat untuk saling menyelesaikan perbedaan agar mencapai kata sepakat.
“Hubungan masyarakat kerap diganggu kepentingan politik dan kepentingan lain, tetapi sesama orang basudara lebih memilih hubungan kebersamaan sosial yang harmonis, bukan kekerasan, ” Benernya.
Diharapkan semua pihak duduk bersama mengakhiri pertikaian diantara orang basudara. Kami yang berada diluar turut prihatin, sedih, karena sesama kita saling berantam saling menghabisi padahal kita adalah sesama saudara.”Mari kita ciptakan Ain ni Ain, Vuut Enmehe Ni Tilur, “pinta Watubun yang adalah wakil rakyat dari Dapil enam meliputi Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kabupaten Aru ini.
Berbagai konflik sosial yang muncul seakan akar masalahnya belum tuntas diselesaikan sehingga pergeseran konflik sosial silih berganti, mulai dari Kei Kecil, muncul kembali di Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara dan terakhir pergeseran pertikaian warga antara kelompok Banda Eli dan kelompok pemuda kompleks Yarlear, Kota Tual, terkesan kalau konflik sosial menjadi langganan disana.
Meski ada upaya dari pihak tertentu untuk menciptakan instabilitas, tetapi hendaknya masyarakat dihimbau untuk menyikapi suatu persoalan selalu dengan hati nurani yang jernih. (FM-05)


